volume XVI

AKHLAK YANG MULIA MERUPAKAN REFLEKSI IMAN DAN BUAHNYA

Oleh : Muhammad Nazwir Hrp

Pendahuluan

Syari’ah Islam adalah syari’ah yang sempurna yang menekankan pada pembinaan pribadi yang islami dari segala aspeknya, antara lain yang sangat diperhatikan Islam adalah dari segi sifat, akhlak dan etika, sampai-sampai ia menjadikan akidah dan akhlak sebagai suatu ikatan yang kuat, sebagaimana yang di sabdakan Nabi Muhammad saw : “Orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya”( HR. Ahmad, Abu Daud dan Tarmizy).

Sesungguhnya kita saat ini melewati zaman yang mengalami dekadensi moral (kemerosotan akhlak), hingga sebagian besar orang-orang yang baikpun kehilangan akhlak yang di syri’atkan oleh Islam, bahkan orang menganggap hal ini tidak termasuk perkara yang wajib di laksanakan.

Sedangkan kelemahan yang melanda tubuh umat Islam pada hari ini tiada lain sebabnya adalah karena jauhnya mereka dari etika-etika Islam dan akhlak-akhlak Nabawy, seandainya kaum muslimin mampu membebaskan diri dari belenggu kebiasaan mengekor kepada umat-umat lain, serta mau kembali kepada identitas dan etika sopan santun mereka yang islami dan orisinil, niscaya mereka mampu mengembalikan kejayaan, ketinggian dan kemuliaan mereka yang hilang. Tetapi, apakah kaum Muslimin menyadarinya ?!

Akhlak Dalam Islam

Sesungguhnya akhlak di dalam Islam menempati tempat dan kedudukan yang sangat tinggi. Dan begitu juga dengan iman tiada akan menampakkan buahnya tanpa akhlak, bahkan Nabi Muhammad saw mengabarkan bahwa tujuan terbesar kebangkitannya adalah untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia, Beliau bersabda : “Sesungguhnya Saya di bangkitkan untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia” (HR. Ahmad dan Bukhary dalam kitab “al Adab al Mufrad ).

Islam sungguh memberikan perhatian besar pada masalah pendidikan anak-anak, agar selalu menjaga adab sopan santun yang tinggi dan sifat-sifat yang terpuji yang diharapkan dapat mendidik generasi muslim, melatih dan meluruskan tingkah lakunya, serta mengarahkannya kepada perkataan, perbuatan dan sifat-sifat yang bernilai tinggi, dan meninggalkan ucapan, perbuatan dan sifat-sifat rendah yang tidak berfaedah.

Didalam pergaulan sehari-hari dimasyarakat, rumah tangga, disekolah dan dimana saja, diatas kendaraan, berjalan kaki, dimesjid atau lain-lain, maka sebagai pengikat silaturrahmi dianjurkan kepada sesama kaum muslimin, dikenal atau tidak dikenal supaya hormat menghormati harga menghargai satu sama lainnya ini merupakan salah satu sifat yang terpuji mencontohkan akhlak yang mulia.

Sesungguhya Rasulullah saw telah menjelaskan kepada umatnya adab dan etika dalam segala hal, bahkan menjelaskan adab sopan santun dalam peperangan sekalipun. Beliau melarang membunuh wanita, anak-anak dan orang tua yang tidak ikut berperang, demikian juga beliau melarang membunuh pendeta yang tetap berada di dalam gereja, atau petani di ladangnya. Beliau juga melarang merusak anggota tubuh musuh yang telah mati dan seterusnya.

Nabi juga mengenalkan kepada umatnya sopan santun terhadap segala hal kehidupan sehari-hari seperti makan, minum, berpakaian, tidur, bersenggama, dan adab pergaulan suami-istri dan lain-lain. Bahkan beliau juga menerangkan bagaimana adab masuk kamar kecil (WC), dari Salman al ‘Farisy r.a ia berkata : Orang-orang musyrik bertanya : Benarkah Nabi kalian mengajarkan segala sesuatu hingga tata cara buang air? Salman r.a menjawab : “ Benar, Beliau melarang kami menghadap kiblat ketika buang air besar atau kecil, atau beristinja’ dengan tangan kanan, atau beristinja’ dengan kurang dari tiga buah batu, atau beristinja’ dengan kotoran binatang atau tulang” ( HR. Muslim) .

Etika-etika Nabawy tersebut benar-benar telah memberikan andil yang mendalam dan bekas yang terpuji dalam menggembleng dan memperbaiki jiwa, meluruskan dan menghaluskan budi pekerti (akhlak), sehingga melahirkan generasi-generasi percontohan dalam berlaku benar, jujur, menjaga kesuciaan diri, menjauhi kesalahan, keadilan, menjaga marwah, sifat malu, pemurah, kuat, pemberani, cepat memberikan bantuan, menyelamatkan orang yang terancam, dan membantu orang yang teraniaya, yang belum pernah dicatat oleh sejarah seperti mereka.

Oleh sebab itu Allah swt telah menyanjungkan Nabi-Nya saw dengan akhlak yang baik, Allah swt berfirman yang artinya : “Dan sesungguhnya engkau ( ya Muhammad) benar-benar berakhlak yang agung ( Al-Qalam :4 ).

Budi pekerti seperti ini tidak akan kita temukan apabila kita melihat fenomena konsep-konsep dan teori-teori bikinan manusia yang hanya melandaskan pada materialisme serta asas manfaat dan kepentingan semata, tanpa mengenal budi pekerti, walaupun dengan menzalimi orang lain, merampas kekayaan bangsa lain dan menginjak-injak nilai kehormatan manusia.

Setiap kali seorang muslim mengapresiasikan budi pekerti islami dalam diri dan tingkah lakunya, semakin dekatlah ia kepada kesempurnaan yang di cita-citakan yang dapat memicunya untuk semakin bernilai dan semakin dekat kepada Allah swt.                         Sebaliknya bila ia semakin jauh dari budi pekerti dan etika islami, maka pada hakekatnya ia semakin jauh dari ruh dan system dasar Islam, sehingga ia menjadi manusia robot yang tiada memiliki ruh dan perasaan.

Sesungguhnya akhlak yang baik itu beserta apa yang telah kita ketahui tentang keutamaan dan kedudukannya sangat bergantung pada diri kita. Dan balasan yang akan diberikan adalah sesuai dengan jenis amalan yang dilakukan.

Salah satu hal yang meretakkan dan melemahkan masyarakat Islam itu ialah saling memperolokkan, baik antara kaum laki-laki maupun antara kaum perempuan. Perbuatan semacam itu secara langsung sudah berarti penghinaan yang memang tidak disukai oleh setiap orang pada hal itu bisa menimbulkan kehancuran agama Islam itu sendiri dan moral kaum muslimin.

Bahwasannya Rasulullah saw diutus ke bumi ini tujuannya adalah menyempurnakan akhlak. Beliaupun melaksanakan hal ini dengan tekun dan gigih sampai akhir hidupnya. Sesudah itu wafatlah beliau, sedangkan agamanya tetap dalam lestari.

Inilah agama yang beliau bawak ; tiada suatu kebaikan yang tidak beliau tunjukkan kepada umatnya dan tiada suatu keburukan yang tidak beliau peringatkan kepada umatnya supaya dijauhi. Kebaikan yang beliau tunjukkan adalah akhlak serta segala yang dicintai dan diridhai oleh Allah swt, sedangkan keburukan yang beliau peringatkan supaya dijauhi ialah sombong dan ria serta segala yang dibenci dan tidak disenangi oleh Allah swt.

Seorang muslim selalu membiasakan dirinya dengan pelajaran dan etika, agar jiwanya bersih, tinggi dan suci. Dia tidak boleh membiarkannya menjadi tawanan syahwat dan hawa nafsu yang menyesatkannya dan menenggelamkannya. Allah swt telah menyanjung orang yang selalu mengintropeksi dan mengawasi dirinya, Allah swt berfirman : “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” ( Asy-Syams : 9-10)

Diantara akhlak yang mulia adalah sifat menyantun, penyabar, pema’af dan merelakan kesalahan orang lain serta mau menerima permohonan maaf orang yang mengakui kesalahannya. Allah swt berfirman : “Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan sesungguhnya (perbuatan yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan” ( Asy-Syuura’ :43)

Dan firmannya pula : “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampuni-mu?” (An-Nur : 22)

Penyantun dan penyabar tersebut merupakan salah satu akhlak yang mulia yang mendapatkan amal yang shaleh dan iman yang kuat terhadap Allah swt sekaligus mendapatkan buah (pahala) di surga.

Bahwasanya iman itu perkataan, perbuatan dan keyakinan yang bisa bertambah dengan ketaatan Allah swt dan berkurang dengan kema’siyatan, maka iman itu bukan hanya perkataan dan perbuatan tanpa keyakinan terhadap Allah, sebab yang demikan itu merupakan keimanan kaum munafiq.  

Nabi Muhammad saw dahulu di kenal dikalangan kaumnya dengan gelar “al-Amin” (orang yang jujur). Oleh sebab itu mereka selalu mempercayakan harta mereka kepadanya.

Ketika Allah mengizinkannya hijrah ke Madinah karena kerasnya intimidasi dari orang-orang Musyrikin terhadapnya dan kaum muslimin, beliau baru hijrah setelah mengembalikan semua harta benda yang di titipkan kepada semua pemiliknya, pada hal mereka adalah orang-orang kafir. Walaupun demikian Islam tetap memerintahkan mengembalikan semua amanat kepada pemiliknya. Menunaikan amanah kepada ahlinya adalah akhlak Islam yang di perintahkan oleh Allah kepada setiap kaum muslimin.

Ibadah-ibadah dalam Islam sangat erat kaitannya dengan akhlak. Setiap ibadah tidak bernilai bila tidak terekspresikan dalam bentuk akhlak yang utama. Shalat misalnya, telah dijelaskan oleh Allah swt bahwa ia dapat memelihara manusia dari perbuatan keji dan mungkar. Ini tentu berpengaruh dalam menyucikan jiwa menuju ketinggiannya. Allah swt berfirman : “Sesungguhnya Shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”.

Dalam berinteraksi dengan sesama seorang Muslim mesti menjaga etika, masing-masing sesuia dengan kedudukannya, atau hubungan yang mengikat antara keduanya. Termasuk berlaku kepada orang tuanya dan menghormatinya.

Penutup

Inilah akhlak-akhlak Islam, tak satupun yang tidak dapat di terima., bahkan ia merupakan budi pekerti yang mulia yang sesuai dengan fitrah yang sehat. Jika kaum Muslimin konsisten dengannya pasti orang akan berbondong-bondong seperti orang-orang terdahulu masuk Islam disebabkan baiknya akhlak dan tingkah laku kaum muslim.

Begitu juga kita harus berusaha untuk senantiasa menghiasi tingkah laku, amal dan perbuatan kita dengan akhlak yang mulia. Dan sepatutnyalah kita mengoreksi diri kita untuk berusaha meluruskan dan memperbaiki amalan-amalan serta akhlak kita dengan harapan semoga Allah swt senantiasa membimbing kita kejalan yang diridhai-Nya. Firman Allah swt : “dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan ) kami, benar-benar kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang buat baik” ( Q.S Al-Ankabuut : 69 ). Wallahu a’lamu bi al-shawab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: