volume XIV

MENANTI KEHANCURAN ISRAEL DAN AMERIKA

Oleh : Yayasan Islam Abu Thalib

Sayyid Hassan Nasrallah“Saya bersumpah atas nama Allah Yang Maha Besar, keberadaan rezim israel tidaklah lebih kuat daripada sarang laba-laba.… Israel inginkan perang yang tidak terbatas, maka kami menerimanya. Israel menghendaki perubahan dasar permainan…

maka kamipun merubah dasar permainan.

Ketahuilah bahwa kalian berhadapan dengan dengan putera Muhammad saw, Ahli bait Rasulullah saw, dan para sahabatnya… peristiwa mengejutkan yang kami janjikan sejak sekarang telah dimulai. Kapal perang Israel yang berada di luar perairan pantai Beirut yang menyerang bangunan, rumah, dan rakyat sekarang telah tenggelam bersama puluhan awaknya. Ini hanyalah sekedar awal dari permainan, untuk berakhir akan masih banyak lagi.

(Cuplikan pidato Sekjen Hizbullah

Sayid Hasan Nasrullah)

Terkait agresi pasukan Zionis terhadap wilayah Palestina dan Lebanon, sikap Dewan Keamanan PBB sangat mengejutkan masyarakat internasional. Sebagai lembaga paling kompeten dalam menangani instabilitas di dunia, Dewan Keamanan PBB ternyata tidak dapat berkutik menghadapi tekanan dari pejabat Gedung Putih. Faktor ini pula yang membuat Rezim Zionis Israel kian membabi-buta menebar agresinya di Palestina dan Lebanon.

Adapun mengenai perkembangan terakhir di Lebanon dan Palestina, tampak sekali bahwa saat ini, Israel kalap menghadapi serangan yang datang dari dua arah. Berbagai laporan yang ada menunjukkan bahwa pasukan Rezim Zionis berusaha membendung perlawanan dari gerakan Hezbollah Lebanon dengan menghancurkan infrastruktur dan membantai warga Lebanon. Kebungkaman Dewan Keamanan PBB dalam hal ini akan menimbulkan dampak sangat buruk. Pertama, lunturnya supremasi Dewan Keamanan PBB dan kedua jika fenomena ini terus berlanjut, dunia akan terjebak hukum rimba.

Akan tetapi rezim zionis secara terus menerus meningkatkan aksi-aksi kekerasan dan kejahatannya. Teror terhadap rakyat dan tokoh-tokoh penting Palestina, yang merupakan agenda kerja tetap rezim zionis, di hari-hari ini mengalami peningkatan yang tiada taranya. Akibatnya, hingga kini telah ribuan orang dari rakyat Palestina yang menjadi korban kebiadaban terorisme negara rezim ilegal zionis. Kejahatan-kejahatan rezim zionis tidak terbatas dengan membunuhi warga Palestina. Hingga kini rezim teroris ini juga telah membumihanguskan sejumlah besar ladang pertanian dan rumah tempat tinggal milik rakyat Palestina. Di samping itu, dengan membangun tembok pemisah yang dikenal dengan nama “tembok rasialis” atau “tembok apharteid” praktis rezim zionis telah mencaplok sebagian darikawasan Tepi Barat Sungai Jordan.

Pada saat ini sekitar 10.000 orang Palestina mendekam di penjara-penjara rezim zionis, dimana sekitar 1000 orang dari mereka terdiri dari perempuan, anak-anak dan orang tua. Untuk itu, salah satu syarat para pejuang Palestina untuk membebaskan seorang tentara zionis yang mereka tawan itu ialah pembebasan para tahanan Palestina , yang ditolak oleh rezim Tel Aviv.

Tak ada yang percaya bahwa aksi militer yang tengah digelar rezim Zionis di Lebanon adalah demi membebaskan dua serdadu Israel yang ditangkap pejuang Hezbollah beberapa hari sebelumnya. Presiden Rusia Vladimir Putin misalnya, di sela-sela sidang negara-negara industri G-8 di St. Petersberg secara tegas menafikan kebenaran klaim tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Israel di Lebanon lebih dari sekedar untuk membebaskan dua tentaranya. Israel diyakininya memang telah merencanakan serangan ini untuk melumpuhkan Lebanon. Dengan menghajar Lebanon, Tel Aviv percaya dapat menekuk Hezbollah yang telah mempermalukannya tahun 2000 lalu. Seperti diketahui tentara Zionis secara memalukan mundur dari sebagian besar wilayah selatan Lebanon bulan Mei tahun 2000 setelah secara beruntun mendapat pukulan telak dari para pejuang Hezbollah.

Akibatnya, warga Zionis di seluruh wilayah Israel khususnya di bagian utara Palestina Pendudukan dicekam ketakutan dan kecemasan yang luar biasa. Apalagi koran Ha’aretz terbitan Israel menulis bahwa Hezbollah memiliki roket-roket dengan daya jelajah sampai 200 kilometer. Artinya roket-roket itu akan mampu menghajar gurun Neqeb di selatan Israel tempat reaktor nuklir Demona berada. Jika itu benar, berarti Hezbollah akan mudah menyerang Tel Aviv yang hanya berjarak 125 kilometer dari perbatasan Lebanon. Kenyataan ini tak dapat ditutup-tutupi oleh para pejabat tinggi Israel. Ada juga laporan bahwa saat ini Hezbollah memiliki lebih dari 13 ribu roket yang siap ditembakkan. Tak salah jika lantas 700 ribu warga Israel di utara Palestina Pendudukan memilih lari daripada menjadi sasaran serangan roket Hezbollah.

Belum ada tanda-tanda krisis di Lebanon akan berakhir. Meski upaya sejumlah negara dan lembaga internasional untuk membujuk kedua belah pihak agar menghentikan pertempuram kian meningkat, namun gempuran yang dilakukan oleh tentara Zionis ke berbagai wilayah Lebanon semakin sengit. Melalui PM nya rezim Zionis mensyaratkan tiga hak untuk menghentikan serangannya, pertama, kedua tentara Israel yang ditawan hezbollah dibebeaskan, kedua, tentara Lebanon mengambil alih kendali wiloayah selatan negara itu dari tangan para pejuang Hezbollah, dan ketiga, senjata Hezbollah dilucuti. Haruskah Libanon dengan Hizbullahnya mengikuti tuntutan pihak zionis Israel tersebut. Dengan tegas kita menjawab: TIDAK. (Disadur dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: