volume VI

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA BERSYUKUR KEPADA ALLAH

Oleh: Nafaro Affandi Lubis

Dan Kami perintahkan kepada manusia

(berbuat baik) Kepada ibu bapaknya;

ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu ,hanya kepada-Kulah kembalimu”

(Q.S. Luqman: 14).

Butir-butir penting dalam ayat di atas adalah Allah swt mewasiatkan kepada kita untuk berbuat kebaikan kepada orang tua dan bersyukur kepada Allah. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa seorang ibu adalah sosok agung yang telah mengandung kita dengan susah payah, melahirkan kita dengan taruhan nyawa, menghidupi dan mendidik dengan tujuan membentuk akhlak kita, hingga tiada kebahagiaan yang lebih diharapkan orang tua kecuali melihat kebahagiaan anaknya. Dengan menyadari hal itu, Al-quran juga mengingatkan kita agar tidak melupakan orang yang telah berjasa mengandung dan menyusui serta membesarkan kita.

Seorang ibu adalah orang tua yang paling berjasa, karenanya, nama dan kedudukannya lebih utamakan dari ayah. Seperti diungkapkan ayat diatas “Ibunya telah mengandungnya dala keadaan lemah yang bertambah-tambah”.

Dalam ayat ini perintah Allah Swt bersifat umum terujar dengan argumentasi yang bisa difahami semua kalangan. Perintah umum itu ditujukan kepada semua manusia, ayat di atas menyampaikan peran ibu, semua kalangan tahu bahwa setiap manusia punya seorang ibu. Akan tetapi tetap saja  manusia yang hidup di dunia ini berhutang budi kepada kedua orang tuanya (bukan hanya ibunya). Menghormati kedua orang tua adalah manusiawi, bahkan penghormatan bukan hanya dilakukan kepada orang tua yang muslim saja kepada orang tua yang bukan Islampun kita harus berbuat baik juga, ayat diatas menyebutkan “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tua.”

Berbakti kepada kedua orang tua adalah perbuatan  yang mulia dan menempati kedudukan tinggi di sisi Allah swt. ”bersyukurlah kepada-ku dan kepada dua orang ibu bapakmu” Ayat ini memposisikan syukur kepada kedua orang tua setelah bersyukur kepada Allah Swt. Pada akhirnya semua manusia akan menuju Allah. Karenanya, kita harus melaksanakan perintahnya agar berbakti kepada orang tua.  …hanya kepada-ku kembalimu. Jadi bersyukur dan berbakti kepada kedua orang tua tidak akan melalaikan kita dari Allah Swt.

Dalam al-Quran banyak ayat yang memrintahkan kita untuk menghormati dan berbakti pada orang tua, diantarnya Surah al-Baqarah:83, surah an-Nisa: 36, surah al-An’am: 151 dan surah al-Isra: 23. Akan tetapi dalam surah luqman ini Allah menggambarkan jasa orang tua terutama ibu yang mengandung kita.

Penghormatan anak kepada orang tua adalah sebuah konsekuensi logis kemanusian, bagian dari hak-hak insani, hak yang permanent, bukan musiman atau kontemporer. Berbakti pada orang tua adalah wajib, apakah mereka orang baik atau tidak, hidup ataupun meninggal

Dalam riwayat bahwa ada beberapa orang yang melihat Rasulullah Saw sangat menghormati saudara perempuan sepersusuannya melebihi saudara laki-laki sepersusuannya. Mereka meminta penjelasan kepada Rasulullah Saw, mengapa beliau melakukan hal ini. ”karena saudara perempuan sepersusuanku ini paling banyak (kadar) penghormatannya kepada kedua orang tuanya,” jawab Rasulullah.

Al-Quran menegaskan kepada Nabi Yahya dan Nabi Isa as agar mereka memuliakan ibu-ibu mereka. Nabi Muhammad Saw bersabda, ”Setelah mengerjakan shalat awal waktu, tiada amal yang lebih utama dari menghormati kedua orang tua.”

MENYUBURKAN SYUKUR KEPADA ALLAH SWT.

Allah Swt tidak memerlukan ibadah dan ucapan syukur kita. Al-Quran telah menjelaskan berkali-kali, diungkapan Al-Quran, bahwa Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan apapun (Q.S.An-Naml:40) akan tetapi, tawajjuh kita kepada-Nya adalah pangkal kemuliaan dan petunjuk bagi diri kita, sebagaimana matahari  tidak butuh kita, tapi kita yang membutuhkannya, kita butuh akan energi panas dan cahayanya.

Di dalam Al-Quran, salah satu pujian atau munajat yang Allah terima dari para nabi ialah ungkapan syukur. Misalnya Nabi Nuh as, dalam kesabaran dan konsistensi tauhidnya ketika menghadapi ketidak setiaan istri, anak dan umatnya, sehingga membuat Allah mengingatkannya untuk selalu bersyukur,” sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang bersyukur,” (Qs,al-Isra:3)

Jadi, selayaknya manusia memohon petunjuk kepada Allah Swt senantiasa dapat bersyukur kepada Allah Swt. Kita selama ini menganggap remeh nikmat-nikmat Allah Swt yang melimpah ruah yang kita gunakan setiap harinya.  Acapkali kita melupakan nikmat Allah yang tak ternilai, seperti terhindarnya kita dari tertimpa berbagai bencana, masih sehatnya badan kita, kenikmatan spiritual karena keyakinan kita kepada Allah dan para kekasih-Nya, nikmat dapat menghindari segala kekufuran, kefasikan dan dosa Allah Swt berfirman: ”tetapi Allah menjadikan kamu kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan,”(Qs.al-hujarat:7)

Banyak doa-doa yang diajarkan pada kita untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah. di dalam doa itu kita mengetahui bagaimana Rasulullah dan keluarganya bersyukur kepada Allah Swt. Ada kalanya berujar dari lisan, ada juga yang dilakukan dengan perbuatan.

Syukur yang sebenar-benarnya memiliki tiga unsur penting:

  1. Keyakinan dalam hati bahwa nikmat yang kita peroleh benar-benar berasal dari Allah swt walaupun di dapat dengan jalan perantaraan hamba-hamba-Nya.
  2. Berikrar dengan lisan sebagai ungkapan syukur kepda Allah, misalnya dengan mengucapkan ‘Al-hamdulillahi rabbil alamin’.
  3. Memanfaatkan nikmat yang didapat kepada jalan yang diridhai oleh Allah swt, bukan jalan yang dimurkainya. Seperti melakukan ibadah bukan melakukan maksiat kepada-Nya dengan tubuh, harta, dan jiwa kita.

Bersyukur dengan perbuatan diantaranya dapat dilakukan dengan cara:

  • shalat. cara ini adalah sebaik-baik ungkapan syukur kepada Allah. Seperti didalam al-Quran Allah berfirman: ”sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak, maka dirikanlah Shalat,” (Qs.al-kautsar:1-2)
  • Puasa.  Sebagaimana para nabi, mereka berpuasa sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat-nikmat Allah Swt.
  • Mengabdi Kepada  Kemanusiaan. seperti memberikan bantuan kepada orang yang memerlukan bantuan di dalam kehidupan sehari-hari, menolong yang dalam kesulitan.contoh ini adalah bentuk pengabdian kita kepada kemanusiaan sebagai wujud rasa syukur akan nikmat Allah Swt.
  • Qana’ah (merasa cukup). Dalam hadis Al-mustadrak, Nabi Muhammad bersabda; ”jadilah orang yang qana’ah, maka kamu menjadi orang yang paling bersyukur.
  • Mengasihi Anak Yatim.  Dalam Al-Quran Allah berfirman, ”maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang,” (Qs.adh-dhuha;9).
  • Membantu Orang-Orang Miskin.  Dalam Al-Quran disebutkan firman Allah Swt: ”Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya,” (Qs,adh-dhuha:10).
  • Mengucapkan terima kasih kepada orang-orang sekitar. Allah Swt berfirman kepada nabinya: ”sampaikanlah ucapan selamat untuk berterima kasih dan memotifasi orang-orang yang menunaikan zakat,sebab ucapan selamatmu  itu menenangkan hati mereka,” (Qs.at-Taubah:103).           Berterima kasih kepada sesama manusia sama dengan bersyukur kepada Allah, sebagaimana dijelaskan oleh hadis,”Orang yang tidak berterima kasih kepada (sesama) makhluk tidaklah mensyukuri Allah Swt,”.

Wallahu a’lam bi al- shawab

(di sadur dari buku Tafsir surah Lukman karya Mohsen Qiraati oleh Nafaro Afandi Lubis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: