volume III

MEMBUKA PINTU LANGIT MELALUI DOA

Oleh : Nafaro Affandi Lubis

Dan bila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang aku, sesungguhnya aku dekat. Kuperkenankan doa orang  yang berdoa bila ia berdoa, maka hendaklah mereka memperkenankan panggilan-Ku dan beriman kepada-Ku supaya mereka berjalan lurus” (Q.S. Al-Baqarah: 186)

Telah menjadi sebuah watak bahwa manusia memiliki rasa pengharapan dan cemas dalam kehidupannya. Rasa pengharapan dan cemas ini menunjukkan bahwa ia makhluk yang lemah dan sangat membutuhkan sesuatu di luar dirinya. Bagi orang yang beragama, maka ekspresi dari rasa pengharapan tersebut akan timbul melalui doa.

Doa merupakan permohonan yang ditujukan kepada penguasa semesta yakni Allah swt, bukan selainnya. Allah sebagai wujud Yang Maha Kasih selalu memberikan limpahan karunia-Nya kepada makhluk tanpa terkecuali, hanya saja manusia ini terkadang dengan kesombongannya tidak pernah mengetuk pintu Allah untuk memperoleh rahmat yang tidak terbatas itu. Ketuklah pintu Allah swt terus menerus dengan doa, insya Allah Tuhan akan berkenan membuka pintu-Nya.

Hakikat Doa

Banyak diantara kita tidak menyelami lautan makna doa, sehingga terkadang kebingungan sendiri saat menghadapi kenyataan, bahwa banyak dari doa kita yang tidak terkabul seperti keinginan kita. Apakah Allah swt mengingkari janji-Nya saat berfirman ”berdoalah, niscaya akan Ku kabulkan”? itu tidak mungkin, mustahil Allah sebagai Yang Maha Adil mengingkari janji-Nya. Akan tetapi, jika Allah swt merahasiakan terkabulnya doa, itu hal yang wajar sebagai Wujud yang tersembunyi dan penuh rahasia.  Hanya saja kita dituntut untuk tetap berprasangka baik kepada-Nya.

Oleh sebab itu, manifestasi dari kelemahan hamba dengan melalui doa merupakan sikap yang sangat disukai Allah swt. Berbeda dengan manusia yang akan marah jika selalu diminta, tetapi Allah malah sebaliknya, Dia akan semakin sayang kepada hamba-Nya jika kita selalu mengharap dan meminta kepada-Nya.

Dengan demikian, hakikat doa adalah penghambaan yang dalam dengan penuh harap dan cemas kepada Allah swt. Doa bukanlah ungkapan lisan yang penuh kata-kata, melainkan rintihan suci dengan kehadiran seluruh anggota jasmani dan ruhani dalam muatan cinta ilahi. Untuk itu dalam berdoa perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

  1. Benar-benar ada keinginan dalam diri orang yang berdoa, dan apa yang diinginkannya itu benar-benar sebuah kebutuhannya.
  2. Keyakinan akan dikabulkannya doa dan yakin tidak tertutupnya rahmat Allah swt
  3. Tidak bertentangan dengan hukum penciptaan (hukum alam) dan hukum syariat
  4. Keselarasan seluruh urusan orang yang berdoa, baik kepribadian, mata pencaharian, hati yang bersih, dan lainnya.
  5. Yang menjadi bahan permintaan di dalam doa bukan merupakan akibat dari dosa-dosa. Jika merupakan akibat dosa, maka ia harus bertaubat dan menghilangkan sebab-sebab yang mengakibatkan keadaan tersebut
  6. Doa benar-benar perwujudan kebutuhan dan di barengi usaha yang maksimal.

Adab Berdoa

Dalam berdoa, seorang hamba dituntut untuk bersikap sesuai dengan adab seorang hamba kepada Khaliknya (pencipta). Jika saja berhadapan dengan orang tua, pejabat dan penguasa kita memperhatikan dengan betul tatakramanya, terlebih lagi dengan Allah sebagai Rabbul alamin (pemelihara seluruh alam).

Adapun diantara adab-adab yang mesti diperhatikan dalam berdoa adalah:

  1. Berdoa dengan hati yang khusu’
  2. Memperbanyak memuji Allah
  3. Memulai doa dan mengakhirinya dengan solawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Karena doa yang tidak dibarengi salawat akan tertahan dan tidak akan sampai keharibaan Allah swt.
  4. Tidak berkeluh kesah dalam berdoa meskipun secara zahir belum dikabulkan
  5. Tidak meminta kepada selain Allah
  6. Ikhlas dan bersikap rendah diri (tadzarru’) dalam berdoa
  7. Tidak meremehkan doa apapun
  8. Mengangkat tangan ketika berdoa dan mengusap kepala dan wajah ataupun dada
  9. Selalu ingat kepada Allah dalam keadaan senang agar Allah mengingat kita dalam keadaan susah
  10. Mendahulukan doa untuk orang lain baru untuk dirinya sendiri
  11. Jika berdoa secara berjemaah maka hendaklah dilakukan dengan tertib
  12. Menyebutkan hajatnya

Cara Pengabulan Doa

Para ulama menyebutkan bahwa dalam proses pengabulan doa, Allah swt menggunakan tiga cara:

  1. Dikabulkan sesuai dengan permintaannya
  2. Dikabulkan Allah, tetapi menggantinya dengan sesuatu yang lain yang lebih bermanfaat bagi si pemohon
  3. Ditangguhkan pada hari kemudian untuk di beri ganjaran

Dengan mengetahui tata cara di atas kita tidak akan diliputi lagi kebingungan akan doa-doa yang kita panjatkan. Prasangka baik kepada Allah swt, bahwa doa-doa kita tidaklah sia-sia melainkan senantiasa mendapat perhatian-Nya, ”kalau hamba Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, katakan Aku dekat. Aku memperkenankan doa orang yang berdoa…(Q.S. Al-baqarah: 186)

Dengan demikian, tanamkanlah ke dalam sanubari kita bahwa Allah senantiasa berkenan mengabulkan doa-doa kita.  Rendahkanlah diri kita dihadapan-Nya. Kuburkan kesombongan dengan doa, dan suburkan pula syukur dengan doa, Insya Allah kita termasuk hamba-Nya yang memperoleh syafaat di yaumil kebangkitan kelak. Amiin

(((((((((()))))))))))

Doa Hari Jumat

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah, Yang Awal sebelum penciptaan dan penghidupan

Yang Akhir setelah punah semua

Yang Tahu dan tak melupakan orang yang mengingat-Nya

Yang tidak mengabaikan orang yang mensyukuri-Nya

Yang tidak mengecewakan orang yang memohon kepada-Nya

Yang tidak memutuskan harapan orang yang mengharap-Nya

Yang Allah, aku minta kesaksian-Mu dan cukuplah Engkau sebagai saksi

Aku minta kesaksian seluruh malaikat-Mu

Penghuni langit-Mu dan pemikul   arsy-Mu

Serta yang engkau utus sebagai nabi-nabi dan rasul-rasul-Mu

Dan yang Engkau ciptakan dari berbagai bentuk makhluk-Mu

Aku bersaksi, sesungguhnya Engkau Allah, tak ada Tuhan kecuali Engkau

Tunggal tak ada sekutu bagi-Mu dan tak ada yang setara

Firman-Mu tak berubah dan tak berganti

Dan sesungguhnya Nabi Muhammad saw hamba-Mu dan Rasul-Mu

Ia telah menyampaikan apa-apa yang Engkau bebankan padanya untuk semua hamba

Dia berjihad di jalan Allah dengan jihad yang sebenarnya

Dia memberi kabar gembira tentang pahala yang pasti

Dia mengancam dengan siksa yang sesungguhnya

Ya Allah, teguhkanlah aku pada agama-Mu selama Engkau hidupkan aku

Jangan engkau gelincirkan hatiku setelah Engkau tunjuki aku

Karuniakan padaku rahmat dari sisi-Mu

Sungguh Engkaulah Maha Pemberi

Limpahkan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad

Jadikan aku pengikut dan golongannya

Kumpulkan aku pada kelompoknya

Bimbinglah aku untuk melaksanakan kewajiban jumat

Yang Engkau wajibkan atasku untuk aku taati

Dan Engkau bagikan karunia pada hari pembalasan

Sungguh, Engkau Maha Mulia lagi Maha Bijaksana.

Amin Ya  Robbal Alamin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: