“SUNGGUH AKU BENAR-BENAR DIANUGERAHI CINTA PADA KHADIJAH”


Oleh : Candiki Repantu

screenshot_2020-05-04-10-02-57-179_com.opera_.mini_.native

Pepatah Arab mengatakan “alhubbu awwaluhu dzikrun wa akhiruhu fikrun“, Cinta, awalnya adalah ucapan dan akhirnya adalah memikirkan. Artinya ketika jatuh cinta maka seseorang akan senantiasa menyebut-nyebut nama kekasihnya yang telah melekat dalam jiwa dan pikirannya. Begitulah yang dilakukan Nabi Saw atas diri isteri tercintanya Ummul Mukminin Sayidah Khadijah al-Kubra ra. Beliau senantiasa mengingat dan menyebutnya dalam berbagai kesempatan. Sayidah Aisyah ra pernah berkata, “Aku tidak pernah cemburu kepada seorangpun dari istri Nabi saw, seperti kecemburuanku kepada Khadijah, walaupun aku tidak pernah bertemu dengannya. Hal ini karena, seringnya beliau menyebut-nyebut dirinya.” (Sunan at-Tirmidzi, no. 3810). Itulah pesona Khadijah, yang namanya senantiasa terucap dari lisan dan terukir di dalam hati nabi yang mulia.

Sayidah Khadijah ra tidak dibanggakan nabi karena kecantikannya, tapi dibanggakan karena kemuliaan pekertinya. Kepribadiannya, keimanan, pengorbanan, ketulusan, dan kedermawanannya, tak pernah hilang dari ingatan Nabi Saw. Kepada isteri-isterinya, Nabi saw pernah menegaskan bahwa tidak ada satupun dari mereka yang dapat menggantikan posisi Khadijah di sisinya. Api kerinduan Nabi Saw pada Khadijah tak pernah padam sekalipun jasadnya telah terpendam. Itulah pesona Khadijah, cinta pertama nabi.

Imam Muslim dalam kitab shahihnya meriwayatkan dari Sayidah Aisyah sebagaira yang berkata :

وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ذَبَحَ الشَّاةَ فَيَقُولُ أَرْسِلُوا بِهَا إِلَى أَصْدِقَاءِ خَدِيجَةَ قَالَتْ فَأَغْضَبْتُهُ يَوْمًا فَقُلْتُ خَدِيجَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي قَدْ رُزِقْتُ حُبَّهَا

“Pernah, pada suatu ketika, Rasulullah saw menyembelih kambing, beliau berkata: ‘Berikanlah sebagian daging kambing kepada teman-teman Khadijah!’. Maka aku marah kepada Rasul saw sambil berkata; Khadijah?” Maka beliau berkata: “Sungguh aku benar-benar telah dianugerahi cinta Khadijah.” (Shahih Muslim, no. 4464)

Jadi, jika ada yang bertanya kenapa Rasul Saw senantiasa menyebut dan mengingat Sayidah Khadijah as? Jawablah seperti nabi menjawabnya, “Inni qad rujiqtu hubbaha“, karena nabi benar-benar dianugerahi cinta kepada khadijah.  Dalam kecemburuan yang meliputi sukma, Sayidah Aisyah ra melukiskan besarnya kecintaan Nabi saw kepada Sayidah Khadijah dengan ungkapan yang indah :

كَأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ فِي الدُّنْيَا امْرَأَةٌ إِلاَّ خَدِيْجَة_

Seakan-akan di dunia ini tidak ada lagi wanita selain Khadijah“.

Itulah pesona Khadijah. Cinta Rasul padanya adalah anugerah terindah dari Tuhan Yang Maha Cinta.

Salam atasmu wahai Ummul mukminin

Salam atasmu wahai isteri sayyidil Mursalin

Salam atasmu wahai ummi Fatimah Zahra, penghulu wanita semesta alam

Salam atasmu wahai wanita yang pertama beriman

Salam atasmu wahai Khadijatul kubra warahmatullah wa barakatuh. 

10 Ramadhan, Mengenang Wafatnya Sayidah Khadijah.  (CR14)

%d blogger menyukai ini: