HOAKS (BUAL) DITIUPKAN MEREKA YANG BAKAL KALAH DALAM POLITIK

HOAKS (BUAL) DITIUPKAN MEREKA YANG BAKAL KALAH DALAM POLITIK (Sudah ada Dalam Pers Medan zaman Revolusi. Pameran Satu Abad Surat Kabar , Medan 6-9 Februari 2019)*

FB_IMG_1549626359387

Berita Hoaks tidak hanya muncul di Era Medsos belakangan ini. Pada masa konflik Indonesia-Belanda era 1945-1949, Kantor Berita Nasional Belanda Aneta, kerap membuat hoaks atau berita bohong untuk tujuan politik. Mr. SM. Amin, Gubernur Sumatera Utara pertama, membantah kabar bohong Aneta pada 28 Nopember 1948 tentang adanya perpecahan 4 faksi politik di Aceh. Tujuan berita itu menurut Mr.S.M. Amin adalah agar politisi dan wakil-wakil dari Aceh tidak mau dilantik menjadi anggota DPRD pertama Sumatera Utara di Tapak Tuan.

Pelantikan anggota DPRD Pertama Sumatera Utara di Tapak Tuan dengan menerobos blokade Belanda ini dihadiri utusan Tapanuli, Sumatera Timur, dan Aceh. Masa itu Aceh masuk dalam Provinsi Sumatera Utara.

Pelantikan ini sangat dicemaskan Belanda karena paradoks, sekalipun pemerintahan pusat sudah mereka kuasai Soekarno, Hatta, Sjahrir, Agus Salim sudah ditangkap, ibu kota RI sudah diduduki, tapi di Sumut lewat Gubsu yang sah, pemerintahan sipil bisa berjalan, apalagi ada instrumen negara yang lengkap dengan dilantiknya anggota DPRD Pertama Sumut. Untuk itu berita Hoaks perlu ditiupkan media resmi Belanda. Berita inilah yang dibantah harian Waspada 13 Desember 1948.

Berita melawan Hoaks lainnya dimunculkan harian Waspada dengan judul : Bantahan terhadap bual “Aneta (Waspada 14 Juli 1948). Hoaks ini menyebut adanya 50 ribu pengungsi di Sumatera Timur yang mengindikasian adanya kemelaratan di daerah pendudukan republiken. Juga disebutkan TNI melakukan pembakaran rumah warga. Bantahan berita Hoaks Belanda ini dilakukan oleh Djawatan Sosial Sumatera Utara.

FB_IMG_1549626350430

Bual dalam judul ini berasal dari kosa kata Melayu yang dipakai untuk cerita yang tidak benar, penggunakan kata Bual dalam judul berita memberlihatkan kata Melayu itu sudah dipakai lazim, istilah Hoaks sama sekali tidak dikenal. Tapi kini sekalipun banyak orang Medan yang kenal istilah Bual, tapi menghilang sebagai istilah dalam jurnalistik Medan. Berita tentang Hoaks di masa lalu dapat diteliti di Surat Kabar Sumatera Utara yang dipamerkan pada 6-9 Februari 2019 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan. (Ichwan Azhari)

*Sumber : FB Ichwan Azhari.