KAJIAN RAMADHAN (4) : SHALAT MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNKAR


Oleh : Ustadz M. Iqbal Al-Fadani

Screenshot_2018-05-20-12-32-36-213_com.opera.mini.native

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Ankabut : 45)

Shalat merupakan rukun Islam dan di tempatkan kedalam ibadah yang paling agung. Hal ini dapat dipahami melalui berbagai riwayat dan ayat-ayat suci Alquran yang mengupas tentang shalat dari berbagai aspeknya.

Begitu agung dan pentingnya, sehingga shalat diwajibkan bagi setiap muslim dalam segala keadaan. Dalam keadaan sehat, sakit, berada di rumah dan musafir selama masih memiliki kesadaran maka kewajiban shalat tidak akan pernah hilang dari tanggung jawabnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam ajaran Islam.

Urgensi shalat ini juga dapat dipahami dari peranan yang dimilikinya dalam kehidupan seorang Muslim. Sebagai mana disebutkan dalam Alquran bahwa shalat dapat mencegah serta melindungi seorang mukmin dari melakukan perbuatan keji dan mungkar:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Ankabut : 45)

Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa fungsi serta peranan shalat adalah untuk melindungi seorang mukmin dari perbuatan keji dan mungkar, atau dalam ungkapan lainya melindungi dari berbuat dosa.

Namun hal yang cukup menarik dan perlu mendapat kajian lebih dalam adalah kenyataan yang ditemukan di tengah-tengah masyarakat justru seperti bertentangan dengan kandungan ayat di atas. Artinya kenyataan yang ada, mempertontonkan kepada kita bahwa tidak sedikit orang yang mengerjakan shalat tapi pada saat yang sama mereka juga menjadi aktor-aktor kejahatan dan dosa.

Atas dasar ini lah kemudian timbul pertanyaan apakah benar shalat dapat mencegah seorang hamba dari perbuatan keji dan mungkar?

Benar, shalat dapat melindungi seorang mukmin dari melakukan perbuatan keji dan mungkar sesuai dengan kadar kesempurnaan shalat yang dia lakukan. Seorang yang shalatnya sempurna baik dari sisi syarat sah maupun syarat kesempurnaannya, maka akan terlindungi secara utuh dari dosa. Dan yang shalatnya tidak sempurna maka perlindungan yang diraih juga tidak sempurna. Artinya kadar perlindungan yang didapat dari melaksanakan shalat akan bergradasi sesuai dengan tingkatan kesempurnaan shalat yang dilakukan.

Di dalam tafsir al-Amtsal disebutkan:

Akan tetapi setiap shalat hanya mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar sesuai dengan kadar terpenuhinya syarat keutamaan dan ruh ibadah yang dilakukan. Terkadang dapat menjaga secara utuh dan tidak jarang hanya bersifat melindungi sebagian saja. Tidak mungkin seseorang melaksanakan shalat tapi tidak memiliki dampak sama sekali, sekalipun shalatnya hanya bersifat serimonial dan tetap dibarengi dosa. Memang harus diakui bahwa pengaruh shalat yang seperti ini sangat sedikit. Jika mereka tidak melakukan shalat yang seperti ini dapat dipastikan bahwa mereka akan lebih terjerumus lagi kedalam kubangan dosa.” (Nashir Makarim Syirazi, Tafsir al-Amtsal, jilid 12, hal: 366, cet: muassasah bi’tsah, beirut 1992).

Semoga shalat yang kita lakukan semakin hari semakin sempurna sehingga dapat melindungi kita agar terbebas dari perbuatan keji dan mungkar. Wallahu a’lam. (CR14)

%d blogger menyukai ini: