PARA PENCARI DUNIA


Oleh : Candiki Repantu
πŸƒπŸπŸƒπŸπŸƒπŸπŸƒ

Screenshot_2018-02-21-12-51-16-510_com.miui.gallery

Imam Ali as berkata, “Dunia adalah kendaraan orang mukmin yang digunakan untuk perjalanan menuju Tuhannya. Sebab itu, peliharalah kendaraanmu dengan baik agar dapat mengantarkanmu kepada Tuhanmu

Harta, tahta, dan wanita adalah tiga hal yang identik dengan perkara-perkara dunia. Sebagian orang sibuk mengejarnya dengan ketekunan yang luar biasa tak peduli siang dan malamnya, bahkan sampai lupa aturan-aturan Tuhannya. Dalam pikirannya yang ada hanyalah mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, menduduki jabatan setinggi-tingginya, dan mencari wanita-wanita seksi di setiap persinggahannya. Padahal kalau kita memiliki semuanya, pasti akan kita tinggalkan suatu saat untuk menghadap Tuhan, penguasa semesta.

Sebagian lagi sibuk pula berlari dari dunia karena khawatir akan kejahatannya. Mereka sibuk salat dan puasa, di mesjid berlama-lama untuk beribadah kepada Tuhannya tanpa sadar bahwa Tuhan juga memerintahkannya bekerja, menikah dan berkeluarga, serta memakmurkan jagad raya.

Ibadah dalam agama bukan sekedar salat dan puasa, tapi juga bersedekah, menolong orang-orang susah, mendidik istri dan anak-anak, serta juga menegakkan keadilan dengan kekuasaan yang ada di tangannya. Itu semua perkara duniawi yang berwajah ukhrawi. Bukankah Bang Haji Rhoma pernah mempopulerkan hadis, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah isteri yg soleha“. Istri soleha adalah bidadari kita di dunia yang tetap setia sampai berjumpa kelak di surga.

Karena itu, seperti pesan Imam Ali as di atas, dunia adalah kenderaan, karena itu harta, tahta, wanita semuanya adalah kenderaaan kita menuju Allah ta’ala, karena itu cari dan pilihlah kenderaan terbaik untuk kita naiki agar perjalanan lancar tanpa hambatan yang berarti.

Kumpulkanlah harta yg dengannya kita membantu sesama, raihlah kekuasaan yang dengannya kita menegakkan keadilan, carilah isteri/suami yang dengannya kita mencetak generasi pewaris para pecinta keluarga nabi.

Untuk itu, jadilah para pencari dunia yg baik utk tujuan akhirat yg bahagia. Semoga teman-teman dapat meraihnya. (CR14)

Iklan

2 Tanggapan

  1. Insya Allah, berjuang untuk bahagia dunia dan akhirat.

  2. semoga kita dapat menyeimbangkan diantara keduanya.. lebih baik bila lebih mengutamakan akhirat dibanding dunia

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: