ISRAEL NEGARA PARA PERAMPOK


Oleh : Kardinal Syah

IMG_20171226_085124

Jahudi adalah sebuah agama bukan sebuah Bangsa, orang Jahudi memang ditakdirkan hidup tanpa negara sampai Sang Mesias “ Juru Selamat “ datang.” (Neturai Karta)

Ada persamaan antara Donald Duck dan Donald Trump. Pertama, mereka sama-sama produk Amerika. Kedua, mereka sama-sama dikuasai oleh orang-orang Jahudi. Holywood tempat diproduksinya film Donald Duck dikusai oleh orang Jahudi demikian juga White House dikusai oleh orang Jahudi. Ketiga, Donald Duck tokoh kartun dengan suara khasnya selalu mengeluarkan suara-suara aneh yang terkadang membuat kita tersenyum geli karena kelucuannya, demikian juga yang dilakukan oleh Donald Trump suara dan celotehannya terdengar aneh dan menyebalkan sehingga kita bisa tersenyum geli atau marah sampai-sampai ubun-ubun kita mengepulkan asap.

Pernyataan sepihak Donald Trump bahwa Amerika akan membuka kantor Duta Besar Amerika di Yerusalem melahirkan gelombang demonstrasi diberbagai belahan dunia. Reaksi negara-negara timur tengah juga beragam, ada yang pura-pura marah dan ada yang benar-benar marah. Yang pura-pura marah adalah negara-negara yang selama ini telah mengakui kedaulatan negara Israel atau negara-negara yang selama ini telah menjalin hubungan dengan Israel secara diam-diam melalui negara ketiga. Untuk timur tengah mungkin hanya Libanon, Syiria dan Iran yang benar-benar marah karena hanya ketiga negara ini yang belum mengakui kedaulatan negara Israel.

Mengakui kedaulatan negara Israel sama saja dengan mengakui sahnya suatu tindakan perampokan dan penjarahan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap harta dan milik orang lain. Sebelum tahun 1948 orang-orang Jahudi hidup berpencar diberbagai belahan dunia, benar apa yang dikatakan oleh Neturai Karta sebuah lembaga Jahudi Internasional yang menolak pendirian negara Israel, bahwa Jahudi adalah sebuah Agama bukan sebuah bangsa atau Nation.

Gerakan anti Jahudi atau lebih dikenal dengan gerakan antisemitisme telah menyatukan seluruh kaum Jahudi diseluruh dunia, satu-satunya cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menciptakan satu tanah air bagi orang Jahudi. Pada tahun 1897 dalan Kongres I Zionis Internasional yang dilaksanakan di Bassel atau Bersley, Swiss. Dr. Theodore Herzl yang dianggap sebagai Bapak Zionis menyampaikan pemikiran dan gagasannya tentang tanah air dan bangsa bagi orang-orang Jahudi dihadapan 200 utusan Kongres dari berbagai belahan dunia. Dalam Kongres tersebut juga dibentuk panitia kecil yang bertugas menyusun program perjuangan Jahudi. Panitia kecil merupakan secret meeting yang anggotanya diberi tugas rahasia untuk menyusun program rahasia Jahudi pada tahun 1901-1903.

Inggris menawarkan Argentina, India dan Uganda sebagai tanah air dan negara orang Jahudi, tentu saja usulan ini ditolak oleh Herzl. Dr. Theodore Herzl memilih Palestina sebagai tanah air orang Jahudi. Alasan pemilihan Palestina adalah latar belakang historis disinilah bukit Zion berada merupakan puncak kejayaan Jahudi dan disini juga berdirinya Haikal Sulaiman. Mulailah Herzl melakukan propoganda dan berkampanya melalui tulisannya Der Yuden Stat. Pada tahun 1915 lahirlah kesepakatan Sykes Picot yang secara rahasia menempatkan Palestina dibawah kekuasaan Inggris. Sementara itu Palestina masih berada atau merupakan vazal (Protektorat) Turki Usmani.

Sultan Abdul Hamid mengatakan “Seandainya kalian membayar dengan seluruh isi bumi ini, aku tidak akan menerima tawaran itu“. Maka lahirlah gerakan Turki Muda yang dipimpin oleh Kemal Attaurk sebagai bentuk dari Konspirasi Jahudi Internasional dan selanjutnya runtuhlah kekhalifahan Turki Usmani.

Padatanggal 2 November 1917 Arthur James Balfour mengirimkan surat kepada pemimpin komunitas Jahudi di Inggris yang bernama Lord Rotshchild yang isinya menyetujui pendirian negara Israel di Wilayah Palestina. Surat ini sendiri sebagai bentuk balas jasa dan balasan surat dari Chaim Weizmann seorang Jahudi Inggris kelahiran Rusia, Weizmann adalah seorang ahli kimia penemu aseton sejenis senyawa kimia yang penting bagi senjata api dan penemuan Weizmann digunakan dalam perang oleh Inggris. Chaim Weizmann adalah Presiden I Israel.

Maka dapatlah disimpulkan berdirinya negara Israel merupakan hasil Konspirasi Jahudi Internasional dengan dukungan Negara-negara sekutu, negara ini didirikan diatas suatu negara yang berdaulat yaitu Palestina. Masyarakat Internasional sudah seharusnya menolak Israel sebagai suatu negara dan mendukung Kemerdekaan Negara Palestina. Tidak semua warga negara Palestina beragama Islam, mereka ada yang beragama Kristen, Jahudi bahkan ada juga yang Atheis. Jelas bahwa masalah Palestina bukanlah masalah antara Islam dan Kristen bukan juga masalah antara Islam dan Jahudi. Ini adalah masalah hak untuk merdeka dan berdaulat.

Di Indonesia pernyataan Donald Trump dikait-kaitkan dengan Presiden Jokowi, beredar issue yang mengatakan bahwa Donald Trump sudah melakukan pembicaraan rahasia dengan Presiden Jokowi terkait pemindahan ibukota Israel ke Yerusalem. Lebih baik pelihara kambing ketimbang memelihara prasangka buruk, kebijakan negara dan pemerintah Indonesia sudah jelas yaitu mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk Merdeka. (ATN)

*Sumber : FB Kardinalsyah.

%d blogger menyukai ini: