ANAK SEBAGAI SUBJEK PENDIDIKAN


Oleh : Munif Chatif

IMG_20171129_183312

Salah satu terobosan paradigma baru pendidikan adalah mengubah peserta didik atau siswa menjadi SUBYEK PENDIDIKAN bukan lagi menjadi OBYEK PENDIDIKAN. Mungkin pendidikan di Indonesia rata-rata masih menjadikan siswanya obyek. Ciri-ciri siswa masih menjadi obyek adalah sebagai berikut :

▶Konten kurikulum pendidikan masih dari atas ke bawah, artinya dari kebijakan pusat atau sekolah diturunkan kepada siswa. Siswa tidak pernah ditanya, sebenarnya mereka membutuhkan materi apa dalam menjalani kehidupannya.

▶Peraturan sekolah masih instruktif, siswa masih belum dilibatkan untuk mendisain peraturan sekolah, definisi pelanggaran dan konsekuensinya. Saya sering menyebutnya dengan konsekuensi edukatif.

▶Program-program kerja di sekolah belum melibatkan siswa untuk diajak bersama berpikir, menyusun dan melaksanakan.

Saran saya, libatkan siswa dalam mendisain kurikulum. Bertanyalah kepada siswa, masalah apa yang dihadapinya saat ini. Pasti para guru akan terkejut kala siswanya diberi kesempatan mendata masalah-masalah yang dihadapi. Pasti banyak sekali dan sebenarnya solusi dari maslaah itulah kurikulum yang tepat untuk siswanya. Masalah adiktif gadget, pemahaman dan perilaku masa puber, dan lain-lain.

Demikian juga ketika siswa dilibatkan menyusun program-program kerja sekolah. Contohnya memperingati hari kemerdekaan pasti akan berbeda agenda lomba-lombanya jika siswa diberi kepercayaan untuk mendisainnya. Anak-anak SD terkadang menentukan jenis lomba yang tidak pernah terpikirkan oleh para guru. Contohnya lomba tiarap mundur, lomba lari dengan kostum super hero, dan lain-lain.

Mengapa tidak mencoba disain seragam juga ditawarkan kepada siswa. Pasti para siswa merasa dihargai eksistensi dan kreativitasnya oleh sekolah. Siswa akan mempunyai ‘sense of belonging’ kepada sekolahnya.

*Sumber : http://bit.ly/AnakObyekPendidikan

%d blogger menyukai ini: