Ngaji Lebaran Nusantara : KELUARGA BARU


Oleh : Candiki Repantu

Sebentar lagi kita berlebaran, kita sibuk memilihkan pakaian baru, kopiah baru, dan sepatu baru untuk anak-anak kita. Kita siapkan makanan yang enak-enak untuk menyambut Hari Raya, bahkan tak jarang makanan itu terlalu berlebihan sehingga adakalanya terbuang percuma. Kita dan anak-anak kita tertawa riang gembira. Namun, adakah kita memperhatikan sekeliling kita. Melihat anak-anak tetangga kita, apakah anak-anak itu punya baju dan sepatu baru seperti anak-anak kita? Apakah mereka punya makanan enak seperti makanan kita?

Lihatlah ke jalanan, anak-anak masih bertebaran, masih menggoncang-goncangkan kaleng rombengan, dengan wajah penuh kedukaan, bernyanyi dengan suara sedih yang menyayat hati, karena dihimpit beragam penderitaan, mengharapkan lemparan uang recehan.

Boleh jadi mereka adalah anak-anak yatim yang mendambakan kasih sayang ayah-ibunya. Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka? Rasulullah saw berpesan, gembirakanlah mereka dengan rezeki yang tak terduga, sebab Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan seorang dari umatku agar ia gembira karenanya, maka sesungguhnya orang itu telah membuatku gembira. Dan siapa yang membuatku gembira, ia telah membuat Allah gembira. Dan barangsiapa menggembirakan-Nya, akan dimasukkan ke surga.” (H.R. Baihaqi)

Dalam kesempatan lain Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya para ahli ibadah dari umatku tidak akan masuk surga karena amal ibadahnya, tetapi karena rahmat Allah, dan karena kedermawanan, kebesaran jiwa, serta belas kasihnya kepada semua kaum muslimin.” (H.R. Ibnu Abi Dunya)

Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik rumah ( di antara) rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan sejelek-jeleknya rumah (di antara) kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan tidak baik. Aku dan orang yang memelihara anak yatim di dalam surga adalah seperti ini! Beliau mengisyaratkan dengan dua jarinya.” (Kanz al-Ummal jilid II, hal. 35)

Pada suatu hari raya Rasulullah saw keluar untuk menunaikan shalat Id. Di pertengahan jalan, beliau melihat banyak anak kecil sedang bermain dengan gembira. Mereka memakai baju dan sandal baru yang mengkilap. Tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada seorang anak yang sedang duduk menyendiri dan sedang menangis tersedu-sedu. Bajunya compang-camping dan kakinya tidak bersandal. Rasulullah saw mendekatinya, mengusap-usap kepala anak tersebut dan mendekapnya ke dada beliau, “Mengapa engkau menangis, nak? Tanya Rasulullah saw.

Tanpa mengetahui siapa yang sedang memeluknya, anak tersebut menjawab, “Biarkanlah aku sendirian. Ayahku gugur dalam peperangan bersama Nabi saw. Lalu ibuku menikah lagi, dan hartaku habis dimakan suami ibuku. Sekarang aku diusir dari rumah. Pada lebaran ini, aku tak mempunyai baju baru dan makanan yang enak. Aku sedih melihat teman-temanku bermain dengan riangnya.”

Nabi saw lantas membimbing anak tersebut seraya menghiburnya, “Sukakah engkau bila aku menjadi ayahmu, Fatimah menjadi kakakmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?”

Anak itu baru sadar dengan siapa dia berbicara. Maka langsung ia berkata, “Mengapa aku tak suka, ya Rasulullah?” Kemudian, Rasulullah saw pun membawa anak itu ke rumah beliau, dan diberikan kepadanya pakaian yang indah, memandikannya, dan memberinya perhiasan agar ia tampak lebih gagah, lalu mengajak makan. Sesudah itu, anak itu pun keluar bermain bersama kawan-kawanya yang lain, sambil tertawa-tawa kegirangan.

Melihat perubahan pada anak itu, kawan-kawannya merasa heran lalu bertanya, “Tadi kamu menangis, mengapa sekarang bergembira?” Anak itu menjawab, “Tadi aku kelaparan, sekarang sudah kenyang. Tadi aku tak punya pakaian sekarang aku mempunyainya. Tadi aku tak punya ayah, sekarang ayahku Rasulullah saw dan ibuku Aisyah ra.” Mendengar hal itu, anak-anak lainnya berkomentar, “Wah, andaikan ayah kita gugur dalam perang.” (al-Hufiy, Min Akhlaq an-Nabi saw, hal. 107). Inilah rezeki nomplok di hari lebaran yang dihadiahkan Nabi saw kepada seorang anak yatim jalanan, menerima keluarga baru. Siapa keluarga baru kita di lebaran kali ini? (CR14)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: