Tadarus Ramadhan (19) : IMAN DAN AMAL SALEH JAMINAN KESELAMATAN


Oleh : Ust. M. Iqbal Al-Fadani

Dalam surah Al-Baqarah disebutkan bahwa baik ummat Islam maupun Yahudi, Nasrani atau Shabiin jika beriman kepada Allah SWT dan hari akhir serta melakukan amal saleh maka di akhirat akan diganjar pahala dan masuk surga.: “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(Q. S. Al-Baqarah: 62)

Sepintas jika kita hanya melihat teks ini dan mengesampingkan dalil-dalil yang lain, maka serta-merta ayat ini akan menggiring kita kepada sebuah kesimpulan bahwa Al-Quran menganggap benar semua agama, setidaknya ke empat agama yang disebutkan di atas. Sebagaimana tidak jarang kita temui pluralisme agama dijustifikasi melalui ayat ini.

Namun jika dikaji lebih dalam lagi, dan tentunya dengan melakukan komparasi terhadap ayat-ayat Al-Quran lainnya dan begitu juga dengan sejarah maka kesimpulan yang diperoleh akan sangat berbeda. Ayat-ayat yang mengungkap kesalahan ajaran Yahudi, Nasrani dan ajaran lainnya dengan jelas menunjukkan bahwa ayat di atas tidak sedang menjelaskan pluralisme agama atau memaparkan kebenaran agama-agama yang disebutkan dalam ayat tersebut. Sebab jika ayat di atas bertujuan membenarkan pluralisme agama maka tidak ada alasan untuk kemudian menyebutkan ayat-ayat yang mempertanyakan atau menyalahkan agama-agama di atas.

Begitu juga dengan sejarah; dimana sejarah membuktikan dengan nyata bahwa ayat diatas bukan dalam rangka menjelaskan pluralisme agama, karena jika yang dimaksud adalah pluralisme, maka dakwah yang dilakukan nabi Muhammad Saww, perdebatan yang terjadi dengan kaum Yahudi maupun Nasrani, begitu juga berbagai surat yang ditulis nabi Muhammad Saww akan kehilangan maknanya dan menjadi sia-sia.

Berdasarkan argumen di atas dapat dipahami bahwa ayat di atas memiliki tema kajian yang tidak ada kaitannya dengan pluralisme agama. Lantas apakah yang ingin disampaikan ayat di atas?

Ayat di atas ingin menyampaikan bahwa kebahagiaan hanya dapat diperoleh dengan terpenuhinya dua syarat; yang pertama iman dan yang kedua amal saleh.

Hanya dengan mengaku sebagi muslim, atau memeluk agama Yahudi atau Nasrani (sebelum datangnya islam) tidak akan mengantarkan manusia kepada kebahagian. Ayat ini merupakan respon terhadap golongan yang selalu membanggakan sebuah identitas semu tanpa harus terikat dengan konsekwensi- konsekuensi yang ditimbulkan kepemilikan identitas tersebut.

Mereka yang menganggap hanya dengan mengucap syahadatain maka segalanya sudah selesai, hanya dengan mengaku Yahudi maka langsung menjadi hamba kelas satu Allah SWT, sekalipun tidak melakukan perbuatan baik sama sekali. Nah, ayat di atas menolak dengan tegas keyakinan yang penuh khayalan ini, dan mengatakan kewajiban beramal saleh disamping keharusan memilih akidah yang benar. Jadi, hanya dengan iman dan amal saleh yang benar kita memperoleh jalan keselamatan. (CR14)

%d blogger menyukai ini: