Tadarus Ramadhan (18) : TASBIH JAGAT RAYA


Oleh : Ust. M. Iqbal Al-Fadani

Ada banyak ayat di dalam Al-Quran yang menyatakan bahwa semua makhluk bertasbih kepada Allah SWT, “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S.Al-Hadid:1). “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Al-Jumu’ah:1) dan banyak ayat lainnya baik baik menggunakan fiik madhi ataupun mudhari’.

Ayat-ayat ini dengan tegas mngatakan bahwa semua makhluk bertasbih baik makhluk hidup maupun benda mati. Sebagi mana manusia bertasbih makhluk lainnya juga ikut bertasbih. Ini merupakan hal yang disepakati semua kalangan mufassirin. Namun yang menjadi perdebatan dalam hal ini adalah bentuk tasbih yang dilakukan makhluk-makhluk tersebut.

Tasbih yang dilakukan oleh makhluk yang berakal dan memiliki daya tangkap seperti manusia, jin dan malaikat tentu saja tidak asing bagi kita. Yang menjadi pertanyaan adalah bentuk tasbih yang dilakukan oleh makhluk lainnya yang menurut kita tidak memiliki akal atau pada sebagian lainnya bahkan tidak memiliki insting, seperti tumbuhan dan benda mati lainnya.

Dalam hal ini para mufassirin memiliki dua penafsiran yang berbeda.

1). Tasbihnya benda-benda ini hanya bersifat “hali”; yaitu keberadaan makhluk-makhluk ini menunjukkan ke maha sucian Allah SWT. Hal ini tidak lebih ibarat sebuah lukisan indah yang secara tidak langsung sedang memuji kepiawaian pelukisnya yang sanggup menuangkan ide-ide kreatifnya di dalam lukisan maha karyanya.

Jadi, sebagi mana lukisan yang indah tadi secara tidak langsung sedang memuji pelukisnya maka keindahan makhluk-makhluk ilahi ini juga melakukan hal yang sama yaitu memuji dan mensucikan penciptanya. Atau dalam istilah lainnya keberadaan makhluk-makhluk ini merupakan ayat-ayat Allah yang menggiring manusia menuju ke agungan Allah SWT.

Menurut penafsiran pertama ini makhluk-makhluk ini tidak melakukan tasbih “Qauli” atau perkataan.

2). Menurut penafsiran kedua apa yang dilakukan oleh makhluk-makhluk ini adalah, disamping keberadaan mereka sebagai ayat-ayat ilahi yang mencerminkan kemaha besaran Allah SWT, mereka juga melakukan tasbih “Qauli” atau perkataan yang tentu saja sesuai dengan potensi dan kapasitas bicara yang diberikan Allah SWT pada mereka.

Selain menyatakan bahwa apa yang dilakukan makhluk-makhluk ini adalah tasbih Qauli pendapat kedua ini juga sedang membuktikan bahwa makhluk-makhluk ini juga memiliki perasan sebagai mana makhluk hidup lainnya, hanya saja perasan ini tentunya sekali lagi sesuai dengan kapasitas dan potensi yang dianugerahkan penciptanya.

Untuk membuktikan kebenaran penafsiran ini, mereka berpegang pada ayat yang menyatakan: . “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Q.S. Al-Israa’: 44).

Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa semua makhluk bertasbih hanya saja kita tidak memahami tasbih mereka, dan hal ini lah yang menjadi landasan penafsiran kedua. Sebab jika yang dimaksud dengan tasbih mereka adalah tasbih “Hali” maka dengan jelas bahwa kita dapat memahami hal itu; kita bisa memahami bahwa keberadaan makhluk-makhluk ini sebagi ayat atau tanda atas keagungan dan kemaha suciAllah Allah SWT. Oleh karena itu tidak ada pilihan selain mengatakan bahwa tasbih mereka ini adalah tasbih Qauli atau perkataan bukan Hali.

Penafsiran ini juga akan melahirkan kesimpulan lain yaitu kepemilikan perasaan bagi benda-benda ini yang tentu saja sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki di alam wujud yang bergradasi ini.

Pendapat ini juga didukung dan diperkuat oleh hadits yang menyebutkan bahwa batu-batu kecil pernah bertasbih di dalam genggaman nabi Muhammad Saww dan orang-orang di sekeliling beliau pun mendengar hal tersebut. Wallahu a’lam. (CR14).

%d blogger menyukai ini: