MAKNA RITUAL MENJUNJUNG ALQURAN PADA MALAM LAILATUL QADAR


IMG-20170618-WA0001

Pertanyaan :

Salam kepada redaksi YIAT (Yayasan Islam Abu Thalib.

Boleh minta penjelasan singkat ritual meletakkan Alquran di atas kepala yang dilakukan komunitas syiah seperti yang tersebar di foto-foto yamg ada

Bagi saya, tidak ada masalah dengan ritual tersebut, hanya ingin minta penjelasan singkat saja.

Wassalam

Hasbi Rambe (Mesir)

Jawaban :

Salam Pak Hasbi Rambe dan terima kasih atas pertanyaannya.

Mengangkat Alquran di depan wajah dan di atas kepala adalah salah satu ritual di malam-malam lailatul qadar (malam ke-19, 21, dan 23). Ritual itu disebut tawassul Alquran, di mana kita berbai’at kepada Alquran dengan haknya Alquran dan kepada AB (Ahlul Bait Nabi saw)  serta memohon kepada Allah swt limpahan rahmat, berkah dan ampunan-Nya.

Ketika kita menjunjung Alquran tersebut dianjurkan untuk membaca bacaan berikut ini :

اَللّـهُمَّ بِحَقِّ هذَا الْقُرْآنِ، وَبِحَقِّ مَنْ اَرْسَلْتَهُ بِهِ، وَبِحَقِّ كُلِّ مُؤْمِن مَدَحْتَهُ فيهِ، وَبِحَقِّكَ عَلَيْهِمْ، فَلا اَحَدَ اَعْرَفُ بِحَقِّكَ مِنْكَ

 “Ya Allah, demi hak Alquran ini, demi hak orang yang telah Engkau utus bersamanya, demi hak setiap mukminin yang telah Engkau sanjung didalamnya, dan demi hak mereka semuanya maka tiada seorang pun yang lebih mengetahui hak-Mu selain dari-Mu.”

Setelah itu dilanjutkan dengan membaca masing-masing 10 kali nama Allah, nama Nabi Muhammad saw, nama Sayidah Fatimah as, dan nama-nama 12 Imam maksum dengan lafadz berikut :

a). Bika Ya Allah  10 x

b). Bi Muhammad  10 x

c). Bi Aliy  10 x

d). Bi Fatimah  10 x

e). Bil Hasan  10 x

f). Bil Husain  10 x

g). Bi Aliy ibn al-Husain  10 x

h). Bi Muhammad ibn Ali  10 x

i). Bi Ja’far ibn Muhammad  10 x

j). Bi Musa ibn Ja’far  10 x

k). Bi Ali ibn Musa  10 x

l). Bi Muhammad ibn Ali  10 x

m). Bi Ali ibn Muhammad  10 x

n). Bil Hasan ibn Ali  10 x

o). Bil Hujjah (Imam Mahdi)  10 x

Demikianlah bacaan-bacaan yang dibaca dan diulang-ulang dalam ritual menjunjung atau tawassul Alquran di malam-malam qadar tersebut.

Adapun maknanya kita meletakkan Alquran di depan wajah kita dan menjunjung Alquran di atas kepala tersebut adalah sebagai tanda keseriusan dan penghormatan, sebab wajah dan kepala adalah bagian paling berharga di tubuh kita. Kalau kita serius berbicara dan memohon dengan seseorang maka kita menghadapkan wajah dan kepala kita dengan penuh penghormatan kepadanya. Ini berarti kita menjunjung dan menghormati Alquran setinggi-tingginya.

Selanjutnya Alquran adalah kalam Allah untuk manusia, artinya Allah menyampaikan atau berbicara kepada manusia melalui wahyu. Dengan demikian Alquran diturunkan sesuai bahasa manusia, dan bahasa manusia itu adalah akalnya. Sebab, hakikat manusia adalah akalnya. Jadi bukan sekedar hanya bahasa Arabnya, tetapi yang lebih penting adalah bahasa akalnya. Karena itu Alquran dan AB selalu berbicara sesuai kemampuan akal manusia. Sebuah riwayat mengatakan, “Tukallimunnas ala qadri uqulihim” (Bicaralah kepada manusia sesuai kemampuan akal mereka). Menjunjung Alquran di atas kepala sebagai bagian dari pengakuan bahwa akal dan wahyu adalah dua hujjah Allah swt untuk membimbing manusia kepada kesempurnaanya. Artinya juga ajaran Islam dan Alquran itu sesuai dengan akal dan rasional serta tidak ada ajaran Alquran dan AB yang tidak masuk akal.

Kemudian, dalam ritual itu kita bertawassul dan berbai’at kepada Alquran yang tertulis dan AB yang hidup. Ini menunjukkan bahwa Alquran itu ada dua jenis yaitu Alquran yang diam dan Alquran yang berbicara. Alquran yang diam adalah Alquran yang tertulis dan dibukukan, sedangkan Alquran yang bicara adalah para manusia maksum yakni Nabi Muhammad saw dan para imam as. Mereka yang hidupnya adalah aktualisasi Alquran. Alquran dan AB diturunkan oleh Allah swt sebagai petunjuk, penjelas, dan pembeda kebenaran dengan kebatilan. Jadi dengan berpegang teguh kepada keduanya kita akan mendapat petunjuk meniti jalan kebenaran, sesuai dengan sabda Nabi Saw dalam hadis tsaqalain, bahwa Nabi saw meninggalkan dua pusaka kepada umat agar tidak tersesat selama-lamanya yaitu Alquran dan Ahlul Bait as.

Begitu pula, kepala adalah simbol kepemimpinan. Maka dengan menghadapkan wajah dan kepala kita kepada Alquran dan AB, kita ingin mengatakan bahwa kita siap dipimpin oleh Alquran dan AB dalam meniti kehidupan di dunia dan di akhirat. Dengan pimpinan Alquran dan AB hidup kita ke depannya akan penuh dengan kabaikan. Kalau kepala sebagai pemimpin diri kita tunduk dan patuh kepada Alquran dan AB maka seluruh diri kita pun siap dipimpin oleh mereka. Pikiran, perkataan, sikap, dan perilaku kita akan dipimpin oleh Alquran dan AB menuju Tuhan semesta alam utk menggapai kesempurnaan insan. Inilah sekilas di antara makna penting ritual menjunjung Alquran di malam-malam lailatul qadar.

Wasaalam
YIAT

%d blogger menyukai ini: