Tadarus Ramadhan (13) : ALQURAN DAN KITAB TERDAHULU


Oleh : Ust. M. Iqbal al-Fadani

Secara umum umat Islam mengenal empat kitab suci yang diturunkan oleh Allah swt. Keempat kitab suci tersebut adalah Zabur, Taurat, Injil, dan Alquran.

Alquran merupakan kitab yang paling sempurna, oleh karena itu banyak ditemukan kajian -kajian yang mendalam yang tidak pernah dijumpai dalam kitab samawi lainnya. Namun, ada anggapan oleh sebagian pihak yang menuduhkan bahwa Alquran itu menduplikat ajaran-ajaran sebelumnya, sehingga isi kandungan Alquran tidak lain adalah isi kandungan kitab-kitab sebelumnya. Hal ini disimpulkan dari pernyataan Alquran sendiri yaitu : ” Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar dalam Kitab-kitab orang yang dahulu.” (Q.S. Asy-Syuara : 196).

Tentu anggapan di atas tidaklah tepat. Sebab, Alquran yang merupakan kitab yang paling sempurna justru menjadi pembenar, pengawal, penjaga dan tolok ukur bagi kebenaran kitab-kitab sebelumnya. Di samping itu, Alquran juga memiliki hukum-hukum dan ajaran yang lebih mapan sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah swt, “Dan Kami telah turunkan kepadamu Alquran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.”(Q.S. Al-Maidah: 48)

Oleh karena itu tidak mungkin jika semua ajaran-ajaran dan hukum-hukum Alquran ada di dalam kitab-kitab samawi sebelumnya sehingga isi Alquran dianggap bersumber dari kitab-kitab sebelumnya.

Atas dasar ini, pendapat orientalis dan sebagian dari kalangan mufassir yang mengatakan bahwa isi kandungan dan ajaran-ajaran Alquran telah disebutkan di dalam kitab-kitab samawi sebelumnya, dengan menggunakan argumen ayat ini, tidak dapat dibenarkan.

Jadi tafsiran yang benar adalah, berita tentang turunnya Alquran telah disebutkan di dalam kitab-kitab samawi sebelumnya.
Dalil atas kebenaran penafsiran ini adalah ayat yang terdapat pada ayat setelahnya yang mengatakan: “apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya”. (Q.S. Al-syuara : 197).

Sangat jelas bahwa ilmuan ahli kitab tidak mengetahui kedalaman ajaran Alquran, apa lagi sebagian kandungnya tidak pernah dijumpai pada kitab-kitab sebelumnya. Akan tetapi mereka sudah mengetahui berita kedatangan nabi dan turunannya Alquran kepada beliau. Itulah sebabnya sebagian dari mereka yang tidak memiliki rasa fanatisme terhadap ajarannya setelah mendengar pemaparan tentang ajaran Islam, serta-merta memilih Islam sebagai agama dan jalan hidupnya.

Di dalam surah Al-Baqarah ayat 89 termaktub bahwa mereka senantiasa menunggu kehadiran beliau bersama kitab yang dibawanya. “Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.” (CR14)

%d blogger menyukai ini: