Tadarus Ramadhan (10) : YANG DIMURKAI DAN YANG SESAT


Oleh : Ust. M. Iqbal Al-Fadani

Dalam surat Al-Fatihah, dibagian akhir, ada doa yang kita panjatkan kepada Allah swt, yaitu memohon agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. Jalan yang lurus tersebut adalah orang yang diberi nikmat oleh Allah swt, yang kemudian dilawankan dengan dua jenis jalan lainnya, yaitu bukan jalan orang yang dimurkai oleh Allah swt dan bukan pula jalan orang yang sesat. Jadi, dalam ayat tersebut jalan orang yang lurus dilawankan dengan jalan dua jenis manusia yaitu “yang dimurkai” dan “yang sesat”.

Lalu siapakah yang dimaksud dengan “yang dimurkai” (maghdhubi ‘alaihim) dan “yang sesat” (dhallin) tersebut dan apa perbedaannya?

Kalimat “Maghdhubi ‘alaihim” bermakna mereka yang menjadi sasaran amarah dan murka Allah SWT, sedangjan “dhallin” adalah mereka yang tersesat dari jalan yang lurus.” Dari ayat ini dapat dipahami bahwa “dhallin” dan “maghdhubi’alaihim” adalah perwujudan dari orang-orang yang melenceng dari jalan yang lurus, dan memilih jalan yang menyimpang dari apa yang telah digariskan Allah SWT.

“Dhallin” adalah mereka yang tersesat dari jalan Allah SWT dan memilih kesyirikan dan kekufuran sebagi jalan hidupnya. Sedangkan “maghdhubi’alaihim” adalah orang-orang yang kesesatannya melebihi “dhallin”. Mereka ini, disamping tersesat dari jalan yang lurus, juga melakukan dosa-dosa besar seperti menyesatkan orang lain, berusaha merongrong Islam, merusak ajaran agama dan merampas hak orang lain. Di mana melakukan kesalahan ini akan menimbulkan kemurkaan Allah swt. Oleh karena itu orang-orang yang masuk dalam golongan “maghdhubi’alaihim” sudah pasti masuk dalam kelompok “dhallin”. Tapi tidak sebaliknya.

Alquranul Karim telah memberikan contoh nyata untuk masing-masing kelompok ini. Ayat berikut ini ditujukan pada “maghdhubi’alaihim” :

1). Orang orang Yahudi yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi: “Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.”(Q.S. Al-Baqarah : 61)

2). Seseorang yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (Q.S. Al-Nisa :93)

3). Orang-orang yang membantah Allah maupun agama-Nya : “Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja, di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras.”

Sedangkan contoh ayat yang berkaitan dengan golongan “dhallin” adalah :

1). Orang mukmin sebelum kedatangan nabi Muhammad Saww dan sebelum memeluk Islam. “Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”(Q.S. Al-Baqarah :198)

2). Mereka yang menyekutukan Allah SWT : “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”(Q.S. Al-Nisa :116)

3). Orang-orang yang ditipu Samiry untuk menyembah anak sapi : “Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, merekapun berkata: “Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi”.(Q.S. Al-A’raf : 149).

Demikianlah makna dan contoh nyata dari orang-orang yang dimurkai Allah dan orang-orang sesat dari jalan Allah swt. Semoga kita tetap berada pada shirat al-mustaqim. (CR14)

%d blogger menyukai ini: