Tadarus Ramadhan (7) : PERTANYAAN DI AKHIRAT


Oleh : Ust. M. Iqbal Al-Fadani

Pada ayat 39 surah Al-rahman disebutkan bahwa tidak seorangpun baik dari kalangan jin maupun manusia akan ditanya pada hari kiamat, namun ayat ayat yg lain seperti ayat 24 surah Al-shaffat menyatakan bahwa orang orang yg berbuat zalim akan ditanya pada hari kiamat.

Sepintas kita melihat ada pertentangan pada ayat ini. Padahal kita mengetahui bersama bahwa tidak ada pertentangan antara ayat Al-quran.

Penjelasan :

Perlu dipahami bahwa ada dua bentuk pertanyaan. Pertama, pertanyaan yg tujuannya untuk mencari informasi. Kedua, pertanyaan untuk mengintrogasi.

Pertanyaan pertama ditujukan untuk memperjelas permasalahan yg belum diketahui, sehingga menjadi jelas dan nyata bagi si penanya. Pertanyaan seperti ini tidak akan ditemui pada hari kiamat. Dalam Alquran Allah berfirman :
فيومئذ لا يسئل عن ذنبه انس ولا جان

Artinya : “Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya”. (Q.S.Al-Rahman : 39)

Hal ini mengingat bahwa pada hari kiamat segala sesuatu termasuk batin manusia menjadi nyata dan tidak ada yg tersembunyi, sehingga masih perlu untuk diminta penjelasan. Atas dasar inilah pada ayat 41 surah Al-rahman kembali dijelaskan alasan tidak adanya pertanyaan model pertama pada hari kiamat, sebab pada hari itu semuanya dapat diketahui melalui wajah wajah para pendosa. Allh berfirman :

يعرف المجرمون بسيماهم

Artinya : “Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tanda mereka”. (Q. S. Al-Rahman : 41).

Adapun pertanyaan bentuk ke dua bukan dalam rangka mengetahui sesuatu yg tidak jelas tapi, justru satu bentuk penolakan Allah SWT terhadap perbuatan para pendosa. Hal ini juga masuk dalam kategori azab hari kiamat.

و قفوهم انهم مسؤولون

Artinya : “Hentikan mereka, karena mereka akan ditanya”. (Q.S. Asshaffat: 24)

Iklan
%d blogger menyukai ini: