Tadarus Ramadhan (6) : MUKJIZAT ALQURAN


Oleh : Ust. M. Iqbal Al-Fadani

Mukjizat adalah milik khas para Nabi yang dianugerahkan Tuhan sebagai bukti kenabian dan untuk melemahkan musuh-musuh mereka. Karena itu mukjizat tidak dapat tertandingi. Umumnya kita mengenal mukjizat sebagai kekuatan yang luar biasa seperti mengubah tongkat menjadi ular, membelah lautan, tidak terbakar api, dan lainnya.

Semua mukjizat para Nabi bersifat sementara yaitu hanya berlaku dan bisa disaksikan pada masa hidup para Nabi itu saja. Satu-satunya mukjizat yang abadi sepanjang zaman yang tidak lekang dengan masa adalah Alquran. Itulah kenapa Alquran disebut mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw. Lantas apa yang dimaksud dengan mukjizat Alquran?

Para ilmuan dan mufassirin meyakini bahwa Al-Quran memiliki mu’jizat dari sudut pandang bahasa dan kandungannya, dari sisi fashahat dan balaghah, yang menyebabkan tidak satu manusiapun yang sanggup menciptakan perkataan yang sama atau yang dapat menandingi Alquran, sejak kemunculannya sampai hari ini.

Hanya saja, tentu menjadi sebuah persoalan meninjau mukjizat Alquran dari sisi fashahat dan balaghah ini. Sebab, pada dasarnya fungsi mukjizat itu untuk dibuktikan bagi semua manusia, bukan hanya segelintir orang saja. Sedangkan kemukjizatan Alquran dari sudut pandang fashahah dan balaghah ini hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang mengerti bahasa Arab.

Karena itu, jika untuk mengungkap kemukjizatan Alquran dari sisi fashahah dan balaghah dibutuhkan keahlian di bidang adabiat/bahasa Arab, lalu apa maknanya mukjizat ini bagi mereka yang tidak memahami bahasa Arab secara mendalam? Bagaimana orang-orang yang tidak mendalami bahasa Arab membuktikan bahwa Alquran memang memiliki fashahah dan balaghah yang tak tertandingj?

Pada dasarnya, untuk membuktikan kemukjizatan Alquran yang memiliki kandungan fashahah dan balaghah yang tinggi tak tertandingi tidaklah mesti dengan mendalami bahasa Arab. Artinya masih ada cara lain untuk membuktikannya yang tidak melalui kajian ke tatabahasaan. Misalnya dengan melakukan analisa historis dan sosiologis.

Berikut ini, dengan memperhatikan analisa historis dan sosiologis kita dapat membuktikan bahwa Alquran memang memiliki fashahah dan balaghah.

1). Disaat Nabi Muhammad saw diangkat menjadi nabi dan rasul, jazirah Arab saat ini dikenal dengan kemajuan adabiat atau bahasa Arabnya.

2). Ketika Nabi Muhammad saw mendapat kitab Alquran dari Allah SWT, semua orang Arab mengetahui bahwa Nabi Muhammad saww tidak pernah belajar tulis-baca (ummi).

3). Nabi Muhammad Saw sejak awal dakwahnya memiliki musuh yang selalu berusaha merongrong dakwah beliau.

4). Alquran juga sejak awal turunnya selalu menantang musuh-musuhnya untuk mendatangkan kitab yang sama dengan Alquran dengan tujuan membuktikan kemukjizatannya. Sebagi contoh Alquran mengatakan :

“Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Alquran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”.(Q.S. Hud : 13)

Dalam ayat lainnya Allah berfirman :

“Atau (patutkah) mereka mengatakan “Muhammad membuat-buatnya”. Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar”.(Q.S. Yunus :38)

5). Di masa hidup nabi tidak ada satu orang pun yang sanggup menjawab tantangan tersebut. Mengingat banyaknya musuh Nabi Muhammad Saw dan banyaknya literatur sejarah yang memuat sejarah hidup beliau, maka dapat dipastikan jika ada orang yang sanggup menjawab tantangan ini sudah barang tentu musuh-musuh Islam mengekspos hal tersebut. Dan pada akhirnya sejarah tersebut akan sampai ke tangan kita.

Lima poin di atas merupakan proposisi-proposisi yang yg dapat mengantarkan kita pada kesimpulan bahwa Alquran memiliki kandungan mukjizat dari sisi fashahat dan balaghah tanpa harus melakukan kajian tata bahasa yang rumit dan memakan waktu yang cukup lama. Wallahu al’lam. (CR14)

%d blogger menyukai ini: