SEUNTAI DOA MENYAMBUT DATANGNYA SANG RAJA


SEUNTAI DOA MENYAMBUT DATANGNYA SANG RAJA

Oleh : Candiki Repantu

1bb6efc4-8d46-482d-8bec-b81ffea38dafPro kontra kedatangan Raja Salman sebagai tokoh dibalik konflik Timur Tengah dan penyulut api peperangan menjadi perbincangan setiap saat di media sosial. Saya tak ingin terlibat pro kontra tersebut dalam analisis yang rumit dengan data-data yang valid. Biarlah itu jadi bagian teman-teman saya yang lebih ahli dalam urusan timur tengah seperti Mbak Dina Sulaeman. Saya hanya ingin mengajak Anda berdoa untuk keselamatan diri dan negara kita dari agenda lahir dan batin kunjungan tersebut. Sebuah Doa yang lahir dari hati suci dan lisan jernih ahlil bait Nabi saw.

Raja Salman yang merupakan pemimpin tertinggi di Kerajaan Saudi Arabia, penguasa dua tanah suci umat Islam (Mekah dan Madinah) dikabarkan akan rihlah (berkunjung) ke Indonesia yang merupakan negara dengan penganut Islam terbesar dan Nusantara dengan pemilik raja terbanyak. Kabarnya kedatangan ‘King of ‘King” ini dipusatkan untuk mengunjungi Jakarta dan Bali. Jakarta adalah pusat pemerintahan Indonesia dan Bali adalah pusat wisata Indonesia yang populer di dunia.

Kunjungan kenegaraan adalah hal yang biasa bagi suatu negara berdaulat seperti Indonesia. Dan Indonesia biasa pula dikunjungi oleh para pemimpin dunia. Tapi, kunjungan King Salman ke Indonesia cukup menyita perhatian publik dan media. Hal ini bukan saja karena ini kedatangan pertama pemimpin tertinggi penguasa dua tanah suci umat Islam (Mekah dan Madinah) setelah hampir setengah abad tak pernah mendatangi Indonesia, tetapi juga kedatangannya yang super ramai dan super mewah. Kabarnya Sang Raja akan datang dengan pesawat super mewah dikawal oleh 10 menteri, 25 pangeran, dan 1500 rombongan. Menginap di hotel super mahal yang konon harganya 73 juta/hari nya. Saya tidak pandai menghitung berapa biaya yang dihabiskan untuk kunjungannya. Apakah lebih mahal dari ganti rugi, para korban crane dalam ibadah haji yang katanya belum di bayar hingga kini. Ntahlahh.

Memang, kehidupan super mewah dan glamor para raja dan pangeran Arab Saudi bukan rahasia lagi. Mereka biasa tampil dengan menunjukkan kekayaan yang melimpah ruah dan pesta penikmat dunia. Mereka juga sering dipandang sebagai pengemas filantropi (kedermawanan) seiring dengan keganasan doktrin takfiri. Inilah wajah mereka yang mendunia. Adapun yang sangat rahasia sehingga nyaris tak diketahui publik dari para raja dan pangeran dua tanah suci ini adalah tentang keulamaannya atau karya intelektualnya. Dalam tradisi filsafat dikenal kaedah “Faqid as-syai’ la yu’thi”, yang tak punya takkan bisa memberi.

Dengan membandingkan dua fakta di atas silahkan anda simpulkan sendiri. Seorang teman berkomentar Raja Salman menjadi simbol kemuliaan “Islam pewaris dunia” yang terhormat. Artinya Islam tidak identik dengan kemiskinan. Tapi, pernyataan langsung disanggah oleh teman yang lain, bahwa dia adalah simbol “Pemimpin Islam pecinta dunia” yang terlaknat. Saya hanya diam menikmati mereka yang sedang berdebat. Hanya saja sebagai pengingat saya tuliskan sedikit ayat dan riwayat dari Ahlil Bait yang terhormat bagaimana bersikap dan berdoa ketika melihat para pemilik dunia menampakkan wajahnya.

Allah berfirman : “Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak menginginkan, kecuali kehidupan duniawi” (Q.S. an-Najm: 29)

Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa mengagungkan ahli dunia dan mencintainya karena menginginkan dunianya, maka Allah murka kepadanya”

“Allah melaknat orang yang memuliakan orang kaya karena kekayaanya”. (Raysyahri, ad-Dunya wa al-Akhirah fi al-Kitab wa al-Sunnah, No. 789-790)

Imam Ali as berkata, “Aku peringatkan kalian akan dunia karena dunia bukan tempat kenikmatan. Ia telah berdandan dengan tipuan-tipuannya dan menipu dengan perhiasannya terhadap orang-orang yang memandangnya. Oleh karena itu, kenalilah ia dengan sebenar-benarnya.” (Raysyahri, ad-Dunya wa al-Akhirah fi al-Kitab wa al-Sunnah, No. 296)

Imam Ali as berkata, “Jangan merendahkan orang yang dimuliakan karena ketakwaannya, dan jangan mengagungkan orang yang dimuliakan karena keduniaannya” (Raysyahri, No. 793)

Imam Musa Kazhim as berkata, “Waspadalah terhadap dunia ini dan waspadalah terhadap ahli dunia”.(Raysyahri, No. 799)

Begitulah peringatan dari Allah, Nabi dan ahlilbait nya atas para pemilik dan pecinta dunia. Selain peringatan tersebut ada pula doa untuk menyambut para pemilik dunia jika kita melihatnya, mendatanginya atau didatanginya. Doa mulia ini diwariskan oleh Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad dalam kitabnya “Shahifah Sajjadiyah” dgn Nama Doa Ridha atas ketetapan Tuhan. Muhammad Raysyahri memasukkannya dalam “Doa Ketika Melihat Pemilik Dunia”.

Diriwayatkan, ketika melihat para pemilik keduniawian Imam Ali Zainal Abidin as memanjatkan doa sbb :

“Segala puji bagi Allah sebagai tanda keridhaan terhadap hukum Allah
Aku bersaksi bahwa Allah telah membagi kehidupan kepada hamba-hamba-Nya dengan adil
Dan menganugerahkan karunia-Nya kepada seluruh makhluk-Nya.

Ya Allah!
Limpahkan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Jangan Engkau uji diriku dengan apa yang Engkau berikan kepada mereka
Dan jangan Engkau uji mereka dengan apa yang tidak Engkau berikan kepadaku
Sehingga aku menjadi iri hati kepada makhluk-Mu dan menyesali ketentuan hukum-Mu.

Ya Allah!
Limpahkan salawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya
Tenangkan jiwaku dengan ketentuan-Mu
Luaskan dadaku dengan tonggak hukum-Mu
Kokohkan keyakinanku untuk mengakui
bahwa ketentuan-Mu tidak terjadi kecuali demi kebaikan
Jadikan syukurku kepada-Mu
Atas apa yang telah Engkau ambil dari diriku
Melebihi syukurku atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku

Peliharalah aku dari berprasangka buruk kepada orang miskin
Dan menganggap mulia orang kaya
Karena sesungguhnya orang yang mulia
Adalah orang yang taat kepada-Mu
Dan orang yang agung
adalah orang yang rajin beribadah kepada-Mu

Maka limpahkan salawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya
Anugerahi kami dengan nikmatnya kekayaaan yang tidak pernah sirna
Kokohkan kami dengan kemuliaan yang tidak pernah punah
Dan bebaskan kami memasuki kerajaan yang abadi
Sesungguhnya Engkau Maha Esa, Maha Tunggal, dan tempat meminta
Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan
Dan tidak ada satupun sekutu bagi-Mu.
(Raysyahri, ad-Dunya wa al-Akhirah fi al-Kitab wa al-Sunnah, No. 800; Imam Ali Zainal Abidin, Shahifah Sajjadiyah, doa ke-35)

Saat ini kita bisa melihat Raja Salman dengan parade kemewahannya sebagai pemilik dunia, karena itu alangkah baiknya jika kita baca doa ini untuk menyambut kedatangan Raja Salman as-Suudi. Yang tidak mau berdoa, cukup mengucapkan “amiin” saja…dan saya mohon maaf jika ada yg tersinggung hatinya.🙏🙏😉😀

%d blogger menyukai ini: