CARA MELAWAN ORANG JAHIL DI MEDSOS


CARA MELAWAN ORANG JAHIL DI MEDSOS

IMG-20170205-WA0005.jpg

Masukkan keterangan

Ketika Yayasan Islam Abu Thalib Medan, mendapat kehormatan di kunjungi oleh Sayid Sami Khadra beserta istrinya, utusan Sayid Hasan Nasrullah dari Hizbullah Libanon, dan diadakan dialog dgn jamaah, terutama tentang perlawanan Hizbullah terhadap Israel, maka ada seorg jamaah yg bertanya, “Wahai Sayid, dlm perang melawan Israel kita melihat kawasan libanon selatan tempat Hizbullah bergerilya hancur porak poranda, banyak orang yang tewas, tetapi mengapa dikatakan hizbullah menang dan israel kalah?”

Dengan senyum lembutnya Sayid Sami Khadra menjawab, “Wahai saudaraku, ketahuilah bhwa bukan kita yg menyerang dan memulai perang dengan Israel, tetapi merekalah yg menyerang kita dan ingin menjajah kita, maka kita pun berjuang dgn segala kemampuan yg ada untuk mengusir mereka dari tanah libanon, dan akhirnya mereka dapat kita usir dan menggagalkan rencana mereka untuk menjajah kembali Libanon. Dengan demikian tujuan Israel untuk menguasai Libanon tidak tercapai dan tujuan kita mengusir dan mempermalukan mereka yang tercapai. Dengan ukuran ini maka kita adalah pemenangnya, sekalipun wilayah kita porak poranda. Lain kiranya kalau kita yang menyerang mereka maka kita akan buat wilayah mereka yg hancur lebur.”

Jawaban Sayid Sami adalah jawaban yg sangat jitu dan menukik pd substansi makna kalah dan menang. Kalah bukan diukur dari babak belur, tapi diukur dari tujuan dan target. Karena itu bagi kita yg sedang berjuang dalam membangun persatuan maka harus mengetahui target dan tujuan musuh-musuh kita, sehingga kita bisa menghambat dan menggagalkannya.

Kalau kita perhatikan tujuan musuh-musuh Islam adalah memecah belah barisan persatuan sehingga dengan mudah musuh-musuh akan menguasai kita. Dalam hal ini Nabi saw pernah bersabda, “Tidaklah suatu umat berselisih sepeninggal nabinya melainkan orang-orang jahat akan dengan mudah mengalahkan orang benar di antara mereka.” Ketika Belanda menjajah Indonesia mereka punya politik adu domba yang di sekolah-sekolah dikenal sbg politik “devide et impera”, pecah belah baru kuasai. Hasilnya Indonesia terjajah cukup lama.

Dan biasanya perpecahan itu dimulai dari perselisihan, dan perselisihan itu terjadi disebabkan orang-orang bodoh banyak komentarnya. Imam Ali as berkata, “Seandainya orang-orang jahil itu diam, niscaya manusia tdk akan berselisih.” Dan kelihatannya dengan adanya medsos, orang-orang jahil lebih mendapat peluang untuk ngomong di sana sini. Karenanya berhati-hatilah. Dan Alquran sudah memberikan wanti-wanti dan nasehat jika org jahil mengomentari status anda maka lakukanlah empat hal berikut ini :

1). Ucapkanlah “salam”.

“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan mengejek), mereka mengucapkan, “salam,” (Al-Furqan 63)

2). Bersabar dan tinggalkan

“Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.” (Al-Muzzamil 10)

3). Maafkan dan jangan pedulikan

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang jahil.” (Al-A’raf 199)

4). Jangan lagi bergaul dengan mereka

“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, salam bagimu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang jahil.” (Al-Qashas 55)

Itulah empat strategi menghadapi orang jahil yang diajarkan Alquran kepada kita semua. Strategi yang top markotop. Semoga kita bisa mengamalkannya ketika berkecimpung di alam Maya media sosial atau di alam nyata ketika bersosial sehingga persatuan kaum muslimin tetap terjaga. (CR14)

%d blogger menyukai ini: