LAILATUL QADAR YAYASAN ABU THALIB


13511459_1143545929036693_735039817_n

 

Al-Qur’an bersama Ali

Ali Bersama Al-Qur’an

Ucapan Ust. Cadiki Repantu Mengawali tausianya dalam majelis Lailatur Qadar sekaligus memperingati peristiwa tertebasnya Singa Allah di tangan sang durjana  Ibnu Muljam saat Imam Ali bin Abi Thalib melaksanakan Shalat subuh dan tebasan tersebut melukai kepala Suci pewaris Ilmu Nabi,  sejarah kemudian mencatat bahwa tebasan pedang beracun tersebut mengakhiri hidup Imam Ali Bin Abi Thalib AS. Sebuah tragedy memilukan bagaimana tidak manusia suci yang sejak kecil makan dan minum dan mencerap manisnya madu ilmu di rumah kenabian harus berakhir oleh tebasan pedang durjana yang telak mengenai kepala sang Imam dan darahpun mengucur hingga membasahi janggut beiau.

Selain mengenang kembali peristiwa Tragis yang menimpa Imam Ali bin Abu Thalib dalam tausianya Ust. Candiki juga menyampaikan bahwa Al-Qura’an di turunkaan oleh Allah SWt lengkap tanpa kurang termasuk syarat adanya Insan Sempurna untuk mengawalnya agar Al-Quran tidak di tafsirkan sembarangan oleh orang-orang yang hanya ingin mencari dalil atas kepentingan pribadi.

Tugas mengawal Al-Qu’an tidak bisa di berikan kepada sembaranng orang dan orang tersebut  harus Maksum sebab sesuatu yang suci harus pula di kawal oleh Manusia Suci dan pada saat Nabi Muhammad SAWA masih hidup maka Rasulullah yang mengawal dan menjaga tapi setelah Rasulullah wafat maka tugas tersebut di berikan kepada Imam-Imam Ahlul bait yang maksum dan saat ini tugas itu di emban oleh Al-Qaim Imam zaman sebagai hujjah Allah, maka tidak heran jika Al-Qur’an masih terjaga kesuciannya hingga saat ini dengan kata lain teks suci harus di jaga oleh orang suci.

Tausiah di atas adalah salah satu rangkaian kegiatan majelis Lailatul Qadar yayasan Islam Abu Thalib Sumatera Utara (YIATSU) yang di adakan pada malam ke 19 Ramadhan tepatnya tanggal 23 Juni 2016 pukul 21.00 dan berakhir pada saat makan sahur 24 Juni 2016. Dalam majelis kali ini di mulai dengan membaca Doa Kumayl di teruskan membaca Doa Ramadhan dan terakhir membaca secara bersama-sama Doa Jausan kabir.

Majelis akan di laksanakan pada malam-malam lailatul qadar yaitu malam ke 19, 21 dan 23 yang di ikuti oleh Jama’ah Yaayasan Islam Abu Thalib yang berdomisili di Medan, Binjai dan sekitar dan acara di akhiri dengan Makan Sahur bersama-sama. (N. Silabuhan)

%d blogger menyukai ini: