DASA WARSA YAYASAN ISLAM ABU THALIB


Yayasan Islam Abu Thalib merayakan satu dekade eksistensinya dalam lapangan dakwah mengembangkan Syiar Ahlul  Bayt di Provinsi Sumatera Utara. Dalam rangka perayaan tersebut, Yayasan menggelar Seminar dengan tema “Persatuan Umat Islam dalam Menghempang Paham Takfiri” yang diadakan di gedung Yayasan Islam Abu Thalib di Jln. Gurila No 82 Medan tanggal 21 Januari 2016 Pukul 20.30 WIB hingga Pukul 24.30 wib.

Acara seminar yang dipandu oleh Hery MP ini, menghadirkan Pembicara yaitu Dr. Salamaudin Lubis MA (Pakar Teologi), Dr. Ahmad Sya’ban Rajagukguk (Tarekat Naqsabandiyah), Dr. Anshari Yamamah MA (Pakar Terorisme Sumatera Utara) dan Ust Candiki Repantu (Ketua Yayasan Islam Abu Thalib mewakili Syiah), yang masing-masing mengemukakan pandangannya seputar isu-isu takfiri yang berujung pada aksi teror baik secara global maupun di Indonesia Khususnya.

Dari paparan masing-masing pembicara bisa kita simpulkan bahwa perpecahan umat Islam  – terutama pertentangan antara Suni dan Syiah –  bukan terjadi dengan sendirinya, melainkan karena  adanya rekayasa Global yang memang mengiginkan Umat Islam tidak bersatu. Itulah sebabnya isu-isu perpecahan harus menjadi musuh bersama (Common Enemy) agar Islam persatuan dapat diwujudkan dan Islam menjadi semakin kuat.

Selaku pembicara dalam seminar itu, Dr. Ahmad Sya’ban Rajagukguk  menyampaikan bahwa kehadirannya di komunitas syiah kali ini membawa cinta. Selaku seorang salik,  beliau memandang bahwa cinta merupakan pondasi dalam merajut persatuan umat Islam. “Persatuan tak mungkin terwujud tanpa adanya cinta dalam hati kita, dan hanya cintalah yang mampu menghempang kampanye kebencian yang di lancarkan oleh para takfiri”, demikian diantara pandangan cinta beliau.

Selanjutnya Dr. Salamuddin menyampaikan bahwa akar persoalan Takfirisme adalah kebodohan dan kesesatan dalam menggali informasi Agama. Pandangan tersebut dikuatkan lagi dengan pernyataan Dr. Ansari Yamamah yang mengatakan bahwa aksi teror selalu diawali dengan labelisaisi. Hal itu dapat kita lihat dari perbuatan mereka, pertama kali mereka melebelkan sesat dan kafir terhadap orang di luar kelompoknya, setelah itu mereka menarik kesimpulan bahwa yang sesat dan kafir halal darahnya dan boleh di bunuh.

Pada kesempatan itu juga, Candiki Repantu SPdI, MSi menyampaikan bahwa perbedaan sunni dan syiah sesungguhhnya tidak perlu dipermasalahkan lagi, sebab lebih dari 500 Ulama pada Konferensi Amman Yordania  pada tahun 2005 yang lalu  menyatakan bahwa mazhab syiah merupakan mazhab yang diakui sebagai mazhab yang sah dalam Islam. “Jadi jika ada yang masih menganggap bahwa Syiah adalah di luar Mazhab Islam,  maka ulama yang seperti ini adalah ulama yang tidak mengikuti perkembangan”, ujar mubaliigh yang juga seorang antropolog ini. Lebih jauh lagi Ust. Candiki Repantu menyampaikan bahwa apa yang selama ini dituduhkan kepada Syiah seperti Al-Qurannya berbeda, hingga menuhankan Imam Ali bin Abu Thalib tidak lain dan tidak bukan adalah finah belaka yang tidak pernah terbukti.

Selain acara Seminar dalam rangka merayakan Milad Yayasan Islam Abu Thalib Sumatera Utara diisi juga pembacaan puisi oleh Syekh Bahlool, sedangkan kesan-kesan atau refleksi 10 Tahun Yayasan Islam Abu Thaliib Sumatera Utara disampaikan langsung oleh Ust. Candiki Repantu selalu Ketua Yayasan. Pada kesempatan itu beliau menyampaikan perkembangan-perkembangan kegiatan Yayasan Abu Islam Abu Thalib dan harapannya terhadap Yayasan Islam Abu Thalib pada masa-masa mendatang

Perayaan Milad Yayasan Islam Abu Thalib diakhiri dengan pemberian cendramata berupa buku yang berjudul “Islam Mazhab Cinta” yang diberikan kepada semua Pembicara. Meski sederhana, acara perayaan milad ini terasa meriah, terutama saat acara pemotongan Kue Tart dan Tumpeng sebagai simbol kebahagiaan dan upgrade semangat untuk menyongsong hari depan yang lebih menantang. (Nezar Silabuhan/ Syufrizal Syarief)12591791_10204631623625459_1369068254_o

12584196_10204631623825464_183570283_n

Pengisi acara dari Kanan Dr. Ansari Yamamah Ma, Ust Candiki Repantu, Dr. Salamuddin Ma, Dr. Ahmad Syakban Raja Gukguk MA

%d blogger menyukai ini: