SAFARI MAULID YAYASAN ISLAM ABU THALIB SUMATERA UTARA

12570850_10204631674786738_1089211396_n

Menyambut moment Bulan penuh berkah dengan Kelahiran Manusia utama kekasih Allah SWT Al-Musthafa Muhammad SAW Yayasan Islam Abu Thalib Sumatera Utara mengadakan Safari Maulid yang dipimpin Langsung oleh Ketua Yayasan Islam Abu Thalib Ust. Candiki Repantu dibeberapa Majelis binaan Yayasan Islam Abu Thalib baik di Kota Medan maupun di luar Kota Medan bahkan di Provinsi Aceh.

Safari di awali dengan peringatan Maulid Riwayat pertama pada tanggal 12 Rabiul Awal 1437 tepatnya Tanggal 24 Desember 2015 di Yayasan Islam Abu Thalib, yang di isi dengan Tausiah Ust. Candiki Repantu yang mengisi tausiah dengan pesan cinta dan kebahagian atas turunnya nikmat yang utama yaitu lahirnya Al-Musthafa Muhammad SAW selain diisi dengan tausiah maulid juga di isi dengan pembacaan Marhaban yang di pimpin oleh Ust.  Zefri Anshari dan pemotongan tumpeng dan kue tart yang di bawa oleh Jama’ah Yayasan Islam Abu Thalib sebagai symbol ucapan Selamat kepada Rasulullah Muhammad SAW, pada acara penuh berkah tersebut dihadiri  150 Jamaah yang ada di Kota Medan.

12584162_10204631674666735_1818657556_n

Safari dilanjutkan ke Kota Langsa pada tanggal 25 Desember 2015 bertempat di Haujah Fatimah di Kampong Paya Bujuk kota Langsa, dalam kesempatan ini Ust. Candiki di damping oleh Ust. Syufrizal Abu Ikhwan dengan mengambil tema tausiah mengangkat kembali budaya Maulid di Tanah Aceh yang hampir Tenggelam dalam kesempatan ini Ketua Yayasan Islam Abu Thalib Sumut Ust. Candiki Repantu menyampaikan pesan Cinta dari Rasul utama Muhammad SAW, sedangkan Ust. Syufrizal Abu Ikhwan menyampaikan tausia kenapa kita merayakan Maulid Nabi SAW.  pada kesempatan itu hampir seluruh Jama’ah Haujah Fatimah Kota Langsa hadir dan turut menyampaikan kegembirannya atas kelahiran Rasulullah.

Safari ketiga kembali ke yayasan Islam Abu Thalib Sumut mengambil momen riwayat kedua Tanggal 17 Rabiul Awal 1437 tepatnya Tanggal 29 desember 2015, yang di isi oleh Ust. Muhammad Rusdy yang menyampaikan tausiah “kenapa kita merayakan mauled Nabi Muhammad SAW” dan menurut Beliau bahwa tidak sama nilainya kedudukan kita sebagai Manusia Biasa dengan kedudukan Rasul Muhammad SAW karena memang Nabi Muhammad SAW adalah manusia sempurna yang di ciptakan Allah sebagai Hujjah atas Rahmat Allah SWT dan jika di bandingkan maka sama seperti membandingkan antara batu Mulia dengan batu Kali biasa yang tidak akan pernah bisa disamakan meski sedikit dan kemampuan pengetahuan mengetahui kemulyaan Nabi Muhammad SAW  sangat terbatas disbanding dengan kemulyaan Rasulullah SAW yang sesungguhnya.

12625982_10204631674466730_1463973404_n

Safari Maulid Keempat kembali dilaksanakan di Kota Langsa pada tanggal 20 Rabiul Awal 1437 H tepatnya Tanggal 1 Januari 2016 dilaksanakan dikediaman Keluarga Besar Ikhwan Agus,  Safari Kali ini menjadi safari yang begitu nikmat yang disebabkan banyak sekali kejadian yang mengiringi perjalanan kami mulai dari berangkat hingga pulangnya, seperti Ust. Syufrizal Abu Ikhwan kehabisan Rokok dalam perjalanan apalagi permintaan untuk berhenti membeli rokok tidak di akomodir oleh driver, ban mobil yang ngambek dengan membocorkan diri hingga 3 kali sedangkan ban cadangan dan dongkrak tidak terbawa menambah kelucuan, tapi gangguan kecil terseebut terbayar lunas dengan majelis cinta yang khidmat terutama ketika menyantap Tumpeng persembahan Rasulullah SAW.

Dalam perjalanan pulang Ust. Candiki berujar “mungkin Mobil Kita tak Sanggup menerima Karomah Ust. Syufrzal sebab sangat jarang kita berjalan dengan membawa Mursyid Tarekat Syatariah Al-Qudusiah (Yang kebetulan memang beliau Mursyd Tarekat Tersebut” dengan di iringi gelak tawa Ust. Syufrizal menimpali “mungkin Juga sebab jarang-jarang ana menunjukan karomah ana” begitulah kebahagiaan mereka di Bulan Maulid hingga kesusahan dirasakan sebagai sumber senyum kebahagiaan.

12625883_10204631674146722_1852770943_n

Serasa takmau kehilangan berkah bulan Maulid Bu Novi (Jama’ah Yayasan) yang berdomisili di Kota Pangkalan Brandan turut mengambil berkah dengan menjamu Ust. Syufrizal dan Ust. Candiki di warungnya dengan masakan Istimewa gulai Ayam lengkap dengan sambal Trasi resep rahasia keluarga yang tentunya “lagi-lagi ini bukti kekaromahan ust. Syufrizal syarif”  begitulah celoteh Ust. Candiki di iringik gelak sang Mursyd dan tuan rumah menambah kebaikan bulad Milad. Selain itu pada kesempatan itu rombongan menyempatkan untuk singgah di Mesjid Besitang untuk Shalat dan meniikmati kemegahan Mesjid tersebut.

Safari kelima giliran Jama’ah Majelis Az-Zahra Pada tanggal 2 Januari 2016 di Tanjung Morawa deli serdang acara kali ini dimotori  oleh Ust. Faisal RN dan Ustazah Susiana mengadakan Majelis Cinta Rasul, ada  yang berbeda dari tempat lain di pada majelis ini para Jama’ah membawa semua anak-anaknya dan Jama’ah secara khusus memberi bingkisan kepada seluruh Anak-anak yang Hadir  berupa Kado Istmewa yang tentunya dinisbatkan kepada Rasulullah Muhammad SAW berkah Maulid terasa kental bagi Anak-anak buah hati tercinta Jama’ah Az-Zahra Tanjung Morawa.

Untuk Jama’ah dalam rangka bergembira di Bulan Milad maka Tumpeng Maulid sebagai hidangan wajib dipotong oleh Kakanda Syafrudin Ali (Kami memangggilnya Hokage) untuk disantap beramai-beramai akan tetapi dari semua kemeriahan acara  tersebut yang terpenting adalah pesan cinta yang di sampaikan Ust. Candiki bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW adalah kelahiran yang di nantikan oleh semua Nabi mulai Adam hingga Nabi Isa AS, itulah sebabnya Allah menyelamatkan Nabi Ismail dalam penyembelihan karena dalam sulbi Nabi Ismail AS terdapat  rangkaian Sulbi nabi Akhir Zaman Muhammad SAW yang jika Nabi Ismail tidak diselamatkan oleh Allah maka Nabi Besar Muhammad SAW tidak akan lahir dan kita tidak akan menemui nikmat Allah yang paling besar yaitu kelahiran Nabi Muhammad SAW.

12583810_10204631674266725_335057927_n

Safari selanjutnya diadakan oleh Jamaah Daun Abu Fadl Abas Bangun purba pada tanggal 08 Januari 2016, Kecamatan Bangun Purba sendiri adalah Kecamatan di pinggiran Kabupaten Deli Serdang yang jika di hitung Jarak Bangun Purba tidak begitu Jauh akan tetapi jika harus melewati perkebunan sawit sepanjang  20 KM dengan kondisi jalan yang belum di Aspal dapat kita bayangkan betapa sulit medan yang harus ditempuh, bahkan kadang kita tidak bisa berfikir bagaimana di tempat yang terpencil cahaya Cinta Ahlul Bayt telah hinggap di dada orang-orang desa  ya begitulah cinta bisa masuk kepada siapapun meski  orang desa sekalipun.

Peringatan di Bangun purba mungkin tidak berbeda dengan peringatan-peringatan lainnya hanya saja yang berbeda Jama’ah di sini menyampaikan kegembiraan dengan menghidangkan hasil bumi lokal  apalagi padi didaerah tersebut telah memasuki masa Panen maka nasi  yang di suguhkan berasal dari sawah Jama’ah begitu juga daging Ayam, Daging Bebek dan segala jenis sayuran hasil Produksi pekarangan Rumah Jama’ah tentu saja lumrah karena memang tempatnya di Desa bahkan ikan Mas yang di hidangkan ternyata hasil pancingan pak Warno dan Pak Sufyan begitulah cerita Maulid Dari Desa Ujung Rambe Bangun Purba dimana Jama’ah menyajikan hidangan dari hasil sawah dan kebun milik mereka sebagai bentuk kecintaan kepada Rasul Muhammad SAW dan Ahlul Bayt.

12571039_10204631626345527_1888400673_n

12607316_10204631632345677_1411494019_n

Dengan menggandeng BKM Mesjid Almuslimin Jln. Selam II kelurahan Mandala Kota Medan Maulid Nabi dilaksanakan di Mesjid Al Muslimin sebagai rangkaian Safari Maulid berikutnya sekaligus acara meretas persatuan Suni dan Syiah, acara penuh berkah kali ini di gawangi Oleh Kakanda Syafrudin Ali (Hokage), perbedaan khilafiyah larut  dimoment perayaan Maulid sebab semua bergembira baik warga Suni maupun syiah semua menyampaikan selamat Kepada Rasulullah SAW yang ditandai dengan peniupan Lilin di atas kue Tart Milad Rasulullah oleh  Ketua BKM Mesjid Al-Muslimin Ust. Marwan dan Ketua Yayasan Islam Abu Thalib, tak ketinggalan kakanda Ahhmad Parwez (Pembina Yayasan Islam Abu Thalib Sumut), tentunnya persaudaraan antara Muslimin Suni dan Syiah terjalin erat di masjid Al Muslimin seolah menyampaikan Pesan “Syiah Suni bersatu Kenapa Tidak”.

Lantunan Puisi dari ketua BKM Mesjid Almuslimin, Ust. Marwan dan Ust. Syufrizal Abu Ikhwan mengiringi tausiah Maulid oleh Ust. Muhammad Rusdi dan Ust. Candiki Repantu dan tak ketinggalan Marhaban yang dilatunkan oleh ibu-ibu Kelompok Marhaban Jama’ah Mesjid Al-Muslimin menambah khidmad acara penuh berkah tersebut.

Itulah rangkaian safari maulid Nabi Muhammad SAW  Tahun 1437 H yang penuh kesan, kesusahan karena di guyur Hujan, ban Mobil Bocar tanpa membawa dongkrak dan Ban cadangan atau mulut asem karena keabisan rokok menjadi bumbu tersendiri dalam rangkaian acara safari Maulid Tahun ini semoga di Tahun-tahun mendatang kita masin dipertemukan dengan bulan mulia ini.

12606938_10204631673706711_2066822572_n

Ucapan Terima Kasih kepada :

  1. Kakanda Ahmad Parwes alias bang Kaka (Pembina Yayasan Islam Abu Thalib) yang telah menyokong financial dan moralnya.
  2. Ust, Muhammad Rusdy sebagai pengisi Acara
  3. Syufrizal Abu Ikhwan atas kesabaran tanpa lelah menemani hingga ke Aceh.
  4. Kakanda Syafrudin Ali sebagai perencana acara di beberapa tempat
  5. Ust Faisal Roni N dan keluarga Atas binngkisan Kadonya.
  6. Bu Hidayatin dan kakanda Taufik terima Kasi Mobilnya besok pinjem lagi ya..?
  7. Penyokong Acara ikhwan Satria Yudha
  8. Habib Haneman, Habib Ogek, Habib evan, Bang Azis, Bang Laut atas segaala sokongannya.
  9. Ikwan-ikhwan panglong ada bang zen, Bang heri, Bang Jun dll makasih Dukungan Moralnya.
  10. Kawan-kawan DauN bang Chairul,
  11. Ust Zefri, Yudarwin, Bob Piliiang group Tanjung Balai VOICE yang melantunkan Maraban.
  12. Wanjun, Dhika,habib Adek, habib Robi, serta keluarga besar Habib hasan.
  13. Bu Novi pangkalan Brandan
  14. Habib Mahdi, Ikwan Agus, Ikwan Khalil beserta kawan2 di langsa dan sungai raya NAD
  15. Pak Badrus, Warno, Sufyan, Khazali,Ambril dan keluaga besar Jamaah DauN Fadl Abas Ujung rambe Bangun Purba.
  16. Semua pihak yang turut membantu setiap rangkaian Acara Safari Maulid Yayasan Islam Abu Talib Sumatera Utara yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
  17. Terakir terkhusus ucapa Terima Kasi Pada Ust. Candiki Repantu selaku ketua Yayasan terima kasih atas segala Ilmunya semoga Allah selalu melimpakan Umur yang cukup dan kesehatan selalu, “I Love U Forever”

12584100_10204631638705836_1196543689_n12607308_10204631674066720_1077834267_n N. Silabuhan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MAWAR DASA WARSA

22Januari  2006

Kala pelangi menghias ufuk langit barat Sumatera

Kala tanah basah terguyur rinai hujan awal tahun

Kala kaki-kaki bergegas menyambut fajar hari

Kala mawar kuncup mulai rekahkan merahnya

 

Alhamdulillahwashalawatu ‘alarasulillah,

Bayi mungil lahir di tengah derai rindu sang pecinta

Kerinduan tumpah ruah di dada para hamba
Berserulah seorang penyeru dari rumah itu

Wahai….. dia telah lahir……dia telah lahir…..
Wahai……dia telah hadir…. Dia telah hadir…..

Orang-orang berteriak lantang mengalahkan hallilintar senja:
“Apa itu?” tanya penanya yang hanya sekedar nanya
“Apa?” tanya pencela yang hanya pandai mencela

sedang jiwa-jiwa pendamba mampu menangkap kabar suka:
“inilah wadah mahabbah ahlul bait tercurah,
disinilah astrolabe munculnya bintang timur yang menutup malam panjang penantian
disinilah sungai saukan Pipit Sang Pemadam Api Namrudz.

 

‘Ala An-Nabi Wa Alihi Shalawat !

Mari aku timang tubuh mungilmu yang lucu

Mari aku susui lidahmu dengan Nahjul Balaghah

Mari aku buatkan ayunan berhias kuntum-kuntum mawar

Mari bergantian memeluk dan mencium aroma wangi surga

 

Inilah bayi mungil Abu Thalib

Pelepas dahaga dari haus wewangian Al-Musthafa

Pelipurlara pencari Ilmu Al-Murtadha

Pelindung dingin pencari cinta Al-Husain

Penghapus keringat lelah penanti Al-Qaim

***
22 Januari 2016

Satu Dasawarsa telah dijalani
Kala puluhan asa telah terpenuhi
Ratusan ancaman yang singgah meski tak lampaui pagar telah dialami

Ribuan gelombang pecah pekakkan gendang telinga telah dilalui

Jutaan cibiran lalu lalang di mata setiap saat dengan santai disikapi

Namun mercusuar Ahlul Bait tetap kokoh berdiri

Di Sini…….

 

Inilah Abu Thalib
cahayacintadaripecinta

Rumah pengikut ajaran suci Nabi Mulia

Rumah kerinduan cinta bunda Fatimah Az-Zahra

Rumah ziarah Imam-Imam suci Ahlul Bait

Rumah cintaku terpupuk rindu cahaya maksumin

 

Dasawarsa telah dilewati

Melintasi 10 kali putaran musim dunia

Menggoreskan tinta di kertas kering sejarah

Menuju satu keinnginan di masa mendatang

Cinta kami menjulang ke menara surgawi

 

 

Wahai tuanku Al-Murtadha yang mulia

Inilah kami yang lemah di antara syiahmu yang kuat

Inilah kami yang pandir di antara syiahmu yang cerdas

Catatkan keringat kami di dahan cintamu

Seperti Ibrahim mencatat si fakir pipit dalam lembar para pecintanya.

 

Aku dan Abu Thalib tak mau berhenti

Sebab sekarang bukan waktunya berhenti

Jalanan masih panjang melintasi seramnya rimba

Meski pincang kakiku, camping pakaianku, ringkih tubuhku

Tetap kakiku kuayunkan

Melangkah raih cinta Al-Husain

Siaga menanti panggilanShahibuzzaman.

 

Hari ini kukepalkan tangan titah suci Karbala

Untuk lewati samudera duri perobek citra hati

Untuk lalui gurun pengering rasa rindu;
meraih

Cinta Al-Musthafa

Keluasan Al-Murthada

kegigihan Fatimah Az-Zahra

kesabaran Al-Mujtaba

kemuliaan Sayyidus Syuhada

kesyahduan buliran sujud As-Sajad,

kedalaman Al-Baqir,

kebenaran As-Shadiq

keramahan Al-Khadzim,

pelukan Ar-Ridho,

kemurahan Taqi Al-Jawad,

tunjuk ajar Ali Al-Hadi

kasihsayang An-Naqi Al-Askari

Pembelaan Al-Qaimul Mahdi Al-Muntazar.

 

Inilah kami wahai Tuan Abu Thalib pelindung Nabi
Terimalah salam ta’dzim kami

Demi keteguhan hati mutiara-mutiara Bani Hasyim

Perkenankan kami menyandang namamu yang mulia,

Kami bertekad mengubah sejarah,

Tak sudi larutdalamsejarah.

– Puisi ini, setelah sedikit dipermak oleh Syekh Bahlool Al-Majnuny didedikasikan sebagai Kado Ulang Tahun dari Nezar Silabuhan si Tukang Kebon Yayasan untuk Yayasan Islam Abu Thalib, yang katanya, “ini yayasanku”.

DASA WARSA YAYASAN ISLAM ABU THALIB

Yayasan Islam Abu Thalib merayakan satu dekade eksistensinya dalam lapangan dakwah mengembangkan Syiar Ahlul  Bayt di Provinsi Sumatera Utara. Dalam rangka perayaan tersebut, Yayasan menggelar Seminar dengan tema “Persatuan Umat Islam dalam Menghempang Paham Takfiri” yang diadakan di gedung Yayasan Islam Abu Thalib di Jln. Gurila No 82 Medan tanggal 21 Januari 2016 Pukul 20.30 WIB hingga Pukul 24.30 wib.

Acara seminar yang dipandu oleh Hery MP ini, menghadirkan Pembicara yaitu Dr. Salamaudin Lubis MA (Pakar Teologi), Dr. Ahmad Sya’ban Rajagukguk (Tarekat Naqsabandiyah), Dr. Anshari Yamamah MA (Pakar Terorisme Sumatera Utara) dan Ust Candiki Repantu (Ketua Yayasan Islam Abu Thalib mewakili Syiah), yang masing-masing mengemukakan pandangannya seputar isu-isu takfiri yang berujung pada aksi teror baik secara global maupun di Indonesia Khususnya.

Dari paparan masing-masing pembicara bisa kita simpulkan bahwa perpecahan umat Islam  – terutama pertentangan antara Suni dan Syiah –  bukan terjadi dengan sendirinya, melainkan karena  adanya rekayasa Global yang memang mengiginkan Umat Islam tidak bersatu. Itulah sebabnya isu-isu perpecahan harus menjadi musuh bersama (Common Enemy) agar Islam persatuan dapat diwujudkan dan Islam menjadi semakin kuat.

Selaku pembicara dalam seminar itu, Dr. Ahmad Sya’ban Rajagukguk  menyampaikan bahwa kehadirannya di komunitas syiah kali ini membawa cinta. Selaku seorang salik,  beliau memandang bahwa cinta merupakan pondasi dalam merajut persatuan umat Islam. “Persatuan tak mungkin terwujud tanpa adanya cinta dalam hati kita, dan hanya cintalah yang mampu menghempang kampanye kebencian yang di lancarkan oleh para takfiri”, demikian diantara pandangan cinta beliau.

Selanjutnya Dr. Salamuddin menyampaikan bahwa akar persoalan Takfirisme adalah kebodohan dan kesesatan dalam menggali informasi Agama. Pandangan tersebut dikuatkan lagi dengan pernyataan Dr. Ansari Yamamah yang mengatakan bahwa aksi teror selalu diawali dengan labelisaisi. Hal itu dapat kita lihat dari perbuatan mereka, pertama kali mereka melebelkan sesat dan kafir terhadap orang di luar kelompoknya, setelah itu mereka menarik kesimpulan bahwa yang sesat dan kafir halal darahnya dan boleh di bunuh.

Pada kesempatan itu juga, Candiki Repantu SPdI, MSi menyampaikan bahwa perbedaan sunni dan syiah sesungguhhnya tidak perlu dipermasalahkan lagi, sebab lebih dari 500 Ulama pada Konferensi Amman Yordania  pada tahun 2005 yang lalu  menyatakan bahwa mazhab syiah merupakan mazhab yang diakui sebagai mazhab yang sah dalam Islam. “Jadi jika ada yang masih menganggap bahwa Syiah adalah di luar Mazhab Islam,  maka ulama yang seperti ini adalah ulama yang tidak mengikuti perkembangan”, ujar mubaliigh yang juga seorang antropolog ini. Lebih jauh lagi Ust. Candiki Repantu menyampaikan bahwa apa yang selama ini dituduhkan kepada Syiah seperti Al-Qurannya berbeda, hingga menuhankan Imam Ali bin Abu Thalib tidak lain dan tidak bukan adalah finah belaka yang tidak pernah terbukti.

Selain acara Seminar dalam rangka merayakan Milad Yayasan Islam Abu Thalib Sumatera Utara diisi juga pembacaan puisi oleh Syekh Bahlool, sedangkan kesan-kesan atau refleksi 10 Tahun Yayasan Islam Abu Thaliib Sumatera Utara disampaikan langsung oleh Ust. Candiki Repantu selalu Ketua Yayasan. Pada kesempatan itu beliau menyampaikan perkembangan-perkembangan kegiatan Yayasan Abu Islam Abu Thalib dan harapannya terhadap Yayasan Islam Abu Thalib pada masa-masa mendatang

Perayaan Milad Yayasan Islam Abu Thalib diakhiri dengan pemberian cendramata berupa buku yang berjudul “Islam Mazhab Cinta” yang diberikan kepada semua Pembicara. Meski sederhana, acara perayaan milad ini terasa meriah, terutama saat acara pemotongan Kue Tart dan Tumpeng sebagai simbol kebahagiaan dan upgrade semangat untuk menyongsong hari depan yang lebih menantang. (Nezar Silabuhan/ Syufrizal Syarief)12591791_10204631623625459_1369068254_o

12584196_10204631623825464_183570283_n

Pengisi acara dari Kanan Dr. Ansari Yamamah Ma, Ust Candiki Repantu, Dr. Salamuddin Ma, Dr. Ahmad Syakban Raja Gukguk MA