SAHABATKU, JAGALAH LISANMU…!! (BAG 5)


SAHABATKU, JAGALAH LISANMU..!! (Bag 5)

(Tanggapan Untuk Buletin Dakwah Aswaja Sumut, No. 17 Agustus 2013)

 Oleh : Candiki Repantu

Tentang Sahabat dan Isteri-Isteri Nabi Saaw

  • Ø  Team Aswaja menulis :

ISLAM : Dilarang keras mencaci-maki para sahabat Nabi SAW.

SYI`AH : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah SAW wafat, mereka menjadi murtad, kecuali tiga orang saja. Alasannya karena para sahabat itu membai`at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah. Tuduhan Syiah terhadap kemurtadan para shahabat tertera dalam kitab Al-Kafi juz 8, hal 245, no 341: Dari Hannan, dari ayahnya, dari Abu Jakfar AS berkata : Konon orang-orang (seluruh Shahabat Nabi) itu menjadi murtad setelah Nabi wafat, kecuali tiga orang saja yang selamat. Maka ditanyakanlah: Siapa tiga orang yang selamat itu ? Abu Jakfar menjawab : Almiqdad bin Al-aswad, Abu Dzar Alghifari, dan Salman Alfarisi RA.

Tanggapan :

#CR : Islam melarang keras mencaci maki siapapun kaum muslimin, bukan hanya para sahabat..? Apakah menurut Aswaja, boleh mencaci maki kaum muslimin selain sahabat..? jadi pembatasan anda kepada sahabat, tidak pada tempatnya dlm ajaran Islam. Bukankah Alquran mengatakan yang kira-kira maknanya janganlah kamu memanggil org lain dengan panggilan buruk, karena boleh jadi mereka lebih baik dari kamu. Masih banyak ayat-ayat dan hadits-hadits Nabi saaw, yang melarang mencaci maki kaum muslimin seluruhnya, bukan hanya sahabat. Dan inilah yang diajarkan di dalam syiah.

Persoalan sahabat, syiah tidak mencaci maki mereka. Yang ada adalah bahwa kaum syiah berbeda dengan kaum sunni dalam menyikapi persoalan “keadilan sahabat”. Jika kaum sunni memberikan predikat adil bagi seluruh sahabat (kulluhum udul), maka syiah sesuai dgn apa yang mereka kaji dari dalil-dalil yg ada, tidak sependapat dengan sunni tsb. Bagi syiah tidak seluruh sahabat bisa dipredikati adil. Seperti halnya umat Islam lainnya, di kalangan sahabat juga terdapat orang-orang yg tidak adil. Karena terbukti di kalangan sahabat itu juga terjadi hal-hal yang merusak keadilan. Misalnya terjadi pembunuhan tanpa hak di kalangan sahabat, ada sahabat yang berdusta, munafik, dan lainnya.

Ayat-ayat dan riwayat-riwayat cukup banyak yang menceritakannya. Sebagai misal di dalam Alquran ada kisah Mesjid org2 munafik, bahkan di awal2 dalm surat Albaqarah disebutkan, “Di antara manusia ada yg berkata, kami beriman kepada Allah dan hari akhir, padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman”. (Q.S. al-Baqarah : 8), lanjutan ayat itu mengkisahkan org2 munafik. Atau juga cukup jelas Q.S. at-taubah : 101  yg menyatakan “Dan diantara org2 arab badui yg ada disekitarmu itu ada orang-orang munafik. Dan diantara ahli Madinah sangat keterlaluan kemunafikannya. Engkau tidak mengetahui mereka , tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kpd azab yang besar.” Itu di antara pernyataan Alquran bahkan ada surat alquran dengan nama surat a-Munafikun.

Kemudian, Rasul saaw sendiri dalam  riwayatnya menyebutkan bahwa diantara sahabatnya ada yg munafik sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim berikut ini..

قال النبي صلى الله عليه و سلم في أصحابي اثنا عشر منافقا فيهم ثمانية لا يدخلون الجنة حتى يلج الجمل في سم الخياط 

Nabi SAW yang bersabda “Di antara para sahabatku (fi Ashabi) terdapat dua belas orang munafik. Delapan diantaranya tidak akan masuk surga sampai unta masuk ke lubang jarum… (H.R. Muslim juz 4 no 2779)

Perhatikan hadits di atas Nabi menggunakan kalimat FI ASHABI (sahabatku) dan dikatakan munafik, dan tidak mungkin orang munafik dihukumi adil. Hanya saja, siapa saja sahabat yg munafik itu..?? orang syiah tidak menyebutkan siapa-siapa saja yang termasuk munafik tersebut. Tetapi, sesuai nas itu bahwa terdapat sahabat yg munafik dan ada yg tidak adil. Org munafik sudah pasti tidak dihukumi adil, tetapi org yang tidak adil belum tentu dihukumi munafik.

Kemudian soal kemurtadan sahabat yg disebutkan dalam beberapa riwayat syiah, itu ditafsirkan para ulama syiah bukanlah dalam makna keluar dari agama Islam. Tetapi, hadits2 tersebut dimaknai oleh ulama syiah bahwa mayoritas para sahabat, tidak menjadikan Imam Ali as sebagai pemimpin yang telah ditunjuk oleh Rasul saaw, dan mengangkat orang lain. Dalam hal ini, mereka dipandang membantah/berbalik ke belakang (murtad) setelah Rasul saaw wafat. Jadi, bukan para sahabat kembali menjadi kafir, karena tidak ada dalil bahwa para sahabat keluar dari agama Islam. Bahkan mereka salat dan mengerjakan ibadah2 Islam lainnya, dan Imam Ali juga salat bersama mereka. Selain itu membatasi pada tiga sahabat itu juga tidak bisa dibenarkan, karena masih banyak riwayat-riwayat lainnya yang menunjukkan ratusan sahabat-sahabat setia Imam Ali as dan mendukungnya seperti Ammar bin Yasir, Abbas paman Nabi, Ibnu Abbas, Jabir bin Abdillah al-Anshari, Hujur bin Adi, dll, yang disebutkan di dalam kitab2 syiah.

——————

  • Team Aswaja menulis

ISLAM : Siti Aisyah RA istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu`minin.

SYI`AH : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah bahkan dikafirkan.

 

Tanggapan :

# CR : Untuk lebih jelas tentang hal ini, saya tuliskan fatwa Imam Khamenei, seorang marja’ besar syiah, sbb :Diharamkan menghina simbol-simbol (yang diagungkan) saudara-saudara seagama kita, Ahussunnah, berupa tuduhan terhadap istri Nabi Saw dengan hal-hal yang mencederai kehormatannya, bahkan tindakan ini diharamkan terhadap istri- istri para Nabi terutama penghulunya, yaitu Rasul termulia saw.”

Adapun kalau syiah mengkritisi isteri-isteri Nabi, itu bagian tradisi ilmiyah yang mana syiah tidak sependapat dgn apa yg dilakukan Aisyah seperti misalnya memerangi Imam Ali as, yang ada tercatat di dalam kitab2 sejarah, bukan ingin mencaci maki atau mengkafirkannya…(bersambung)

%d blogger menyukai ini: