SEDEKAH


Oleh : Candiki Repantu

Orang pinggiran, o ya i yo
Ada di trotoar, o ya i yo
Ada di bis kota, o ya i yo
Ada di jembatan, o ya i yo

Anda pasti ingat lirik lagu di atas yang dinyanyikan oleh musisi papan atas Indonesia, Iwan Fals. Sang musisi ingin mengingatkan kita bahwa kemiskinan telah merajalela di Negara Indonesia tercinta ini, dan telah sangat meresahkan. Bagaimana tidak? Saat kita berada diangkot, di bis kota, atau di mobil mewah pribadi, yang berhenti di tengah jalanan karena lampu merah lalu lintas, mendadak anak-anak kecil menghampiri kita dan dengan memukul-mukul botol atau potongan besi dan kaleng, mulai menyanyikan lagu-lagu yang tentu saja kurang enak di dengar telinga. Tidak berapa lama mereka pun menyodorkan tangan untuk meminta uang sebagai balas jasa atas lagu-lagu mereka. Bukan hanya anak-anak, para remaja dan pemuda, bahkan orang tua dan dewasa, juga melakukan hal itu dengan berbagai cara, baik ngamen, meminta-minta, atau bahkan memaksa.

Melihat semua itu, kita bertanya, di mana pemerintah yang menjanjikan kemakmuran rakyat? Dan Di mana orang-orang kaya yang seharusnya menyantuni rakyat? Dimana para intelektual dan ulama yg menjadi corong suara rakyat.??

Kita sadar, banyak ayat al-Quran dan hadit2 Nabi saaw yg megingatkan kita untuk senantiasa memperhatikan orang-orang miskin, para pengemis, dan anak-anak terlantar. Mereka bukanlah orang pinggiran yang harus disingkirkan, tetapi mereka adalah kekasih-kekasih Tuhan yang menjadi tempat-Nya mencurahkan rahmat. Mereka bukanlah orang-orang malas, tetapi adalah orang-orang yang diputuskan dari pekerjaannya. Mereka bukanlah orang-orang bodoh, tetapi hanyalah orang-orang yang tidak diberi kesempatan sekolah karena biaya yang mahal. Mereka bukanlah orang yang ingin tidur di kaki lima jalanan, melainkan terpaksa dikarenakan korban penggusuran. Intinya, mereka bukan memilih untuk hidup miskin, tetapi mereka ditindas dan dibiarkan miskin oleh orang-orang kaya dan penguasa. Singkatnya, kemiskinan terjadi dikarenakan ketidakadilan yang tercipta di tangah-tangah masyarakat.

Jika keadilan ditegakkan, maka orang kaya akan menyantuni fakir miskin, sehingga hidup mereka terbantu. Karena keimanan itu, bukan saja mengingat Allah dalam salat, tetapi juga mengingat penderitaan orang miskin sehingga bergerak membantunya. Keimanan bukan saja saat dengan membaca dan mencium al-Quran, tetapi juga mencium kepala para anak yatim dan anak terlantar lainnya. Keimanan bukan saja membesarkan Allah dengan teriakn Allahu akbar, tetapi juga membesarkan hati para pengemis miskin agar merasakan kebahagiaan.

Kita harus menyadari, bahwa orang-orang miskin bukanlah musuh-musuh yang harus dijauhi, tetapi mereka adalah saudara yang harus didekati dan disayangi. Sebab, jika orang-orang kaya dan penguasa menjauhi dan menyingkirkan orang-orang miskin sehingga kesenjangan sosial terasa begitu nyata, maka akan terjadi disintegrasi sosial yang menghasilkan perlawanan kaum miskin. Jadi, sumber keresahan di tengah masyarakat adalah ketidakadilan dan penindasan. Karena itu, sudah saatnya kita menggalakkan bantuan dan solidaritas sosial untuk mengatasi kemiskinan, melawan menindasan, dan berusaha menegakkan keadilan.

Kita mungkin sering mentraktir teman2 makan dipinggir jalan, atau makan siap saji ala KFC atau Mc D, bahkan mungkin direstoran mewah tempat org2 berdasi. Kita tanpa sadar dan dgn ikhlas mengelurkan uang berlebih utk menyenangkan teman2 kita yg pada dasarnya mampu membayar makananya masing2. Kita mentraktir mereka padahal mereka adalah org2 yg kenyang dan ber-uang…. Tapi, sebaliknya, berapa seringkah kita mentraktir org2 kelaparan utk makan..?? Berapa uang yg kita lemparkan utk pengemis di pinggir jalan..?? Kita mungkin malu menyebutkannya karena memang tidak sebanding dgn uang utk mentraktir teman2…

Begitulah..saya dan juga mungkin anda menyadari bahwa empati dan simpati kita masih sangat tipis pd saudara2 kita yg kurang beruntung…saya takut firman Allah ini dialamatkan kpd saya : “Tahukah kamu siapa pendusta2 dalam agama. Itulah org2 yg menghardik anak2 yatim. Dan tidak memberi makan org2 miskin” (Q.S. al-Maun : 1-3)

Saya juga takut org2 miskin tidak mau menerima lagi sedekah kita, seperti disabdakan Nabi saaw : “Serahkanlah sedekahmu sebelum datang suatu masa ketika engkau berkeliling menawarkan sedekahmu, orang-oang miskin akan menolaknya sambil berkata, ‘Hari ini kami tidak perlu bantuanmu, yang kami perlukan adalah darahmu.”
Wallahu a’lam (CaRe, 13 Ramadhan 1430 H)

%d blogger menyukai ini: