MENIRU NEGARA FIR’AUN


Oleh : Candiki Repantu

Suatu hari Iblis bertamu ke istana Firaun…mereka bercengkerama sebagai teman yg setia…tetapi kemudian Iblis berkata,..”wahai Firaun, hari ini akau ingin memutus tali persahabatan kita”….”Kenapa”?, Tanya Firaun dengan terkejut….maka Iblis pun menjawab, “Aku takut mendapatkan kutukan Tuhan yg kedua kalinya…sedurhaka-durhak

anya aku, hanya tidak mau sujud kpd Adam, tetapi tetap mengakui Tuhan…sedangkan engkau bukan hanya tidak sujud, tetapi malah mengaku Tuhan…sungguh engkau lebih durhaka dariku, dan aku takut saat Tuhan mengutukmu, akau terkena imbas kutukan itu.”..Selamat tinggal Un, lanjut Iblis….Tentang Negara Firaun, Tuhan berfirman :… “(Siksaan) yang demikian itu adalah Karena Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang Telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya Maka kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan kami tenggelamkan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim.” (Q.S. al-Anfaal : 53-54)

Ayat di atas mengingatkan kita tentang model pemerintahan zalim yang pernah berdiri di permukaan bumi. Pemerintahan zalim dipimpin oleh seorang raja yang angkuh yang bergelar Fir’aun. Setelah Firaun melampaui batas dalam kesesatan, ketidakadilan dan kesombongan, maka Allah swt murka dan menghancurkan Fir’aun beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya. Tidak sampai di situ, allah menjadikan Firaun sebagai contoh dan pelajaran bagi suatu negara dan pemerintahan, di mana Allah menegaskan, “jika suatu negara telah meniru dan menjadikan sistem pemerintahannya mirip dengan pemerintahan Firaun, maka Allah akan menghukum dan memnimpakan bencana kepada mereka.”

Sistem pemerintahan Firaun dibangun melalui kedurhakaannya kpd Tuhan..dilanjutkan penentangannya kepada utusan Tuhan…tidak sampai disitu saja, dia juga mengaku Tuhan dan menganggap manusai lainnya sbg hamba dan budaknya……

Sebagai pemimpin dia tidak menebarkan rahmat tetapi menyebar azab. Takut kekuasaanya terganggu, shg dia harus membunuh org2 yg dianggap akan merusuh. Untuk itu ia membuat komunitas yg mewakili masyarakat utk menjadi corong kekuasaanya…inilah empat elemen penegak NEGARA FIRAUNI :

1. Penguasanya adalah FIR’AUN yg terknal zalim, tidak berlaku adil dan menggunakan kekuasaannya untuk menindas orang-orang lemah, memeras orang-orang miskin, dan merampas hak orang-orang yang tidak berdaya.

2. Penyandang dananya adalah QARUN, yaitu orang-orang kaya yang mendukung pemerintaha Firaun, yang rakus mengumpulkan proyek-proyek tapa memperdulikan halal dan haram. Demi duit, mereka tidak ragu-ragu menghantam, menyakiti, membunuh, bahkan menfitnah sesama saudaranya.

3. Aktor intelektualnya adalah HAMAN, yaitu cendekiaan dan ilmuan yang menjadikannya kecerdasannya untuk mengabdi pada Tiran. Kecerdikannya digunakan untuk meliciki orang banyak.

4. Ulamanya adalah Bal’am bin Baura, yaitu ulama yang mendukung tiran dengan menjaual ayat-ayat Tuhan untuk memperoleh keuntungan material. Yang mengemas ambisi duniawi dengan ritus-ritus dan pura-pura saleh. Yang mengeluarkan fatwa2 utk melanggengkan kekuasaan Firaun..

Inilah empat elemen penyangga Negara dan Pemerintahan tirani Firaun…..yg membuat Iblis pun harus mengaku kalah….Negara manakah yg keempat elemen ini bersatu membentuk negaranya…mudah2an bukan di negara tercinta Indonesia Raya…..wallahu a’lam

%d blogger menyukai ini: